Pemain Sepak Bola Asia terbaik di Eropa 2011

Tahun 2010 menjadi tahun yang cukup penting bagi perkembangan sepakbola Asia, bila dilihat dari menyusutnya selisih antara kualitas tim nasional negara-negara Asia dengan tim nasional terkenal dari benua lainnya, tidak terkecuali negara-negara Amerika Latin dan Eropa.

Memang tidak ada kejutan luar biasa macam Korea Selatan ketika melaju ke semifinal Piala Dunia 2002 di kandang sendiri, tetapi melajunya negara Ginseng tersebut diiringi Jepang ke babak 16 besar tanpa kontroversi sedikit pun di Afrika Selatan patut dililihat sebagai tanda kemajuan. Ini tidak bisa dilepaskan dari makin banyaknya pemain Asia yang berlaga di Eropa, dan peran penting yang dimainkan beberapa dari pemain Asia tersebut di klubnya masing-masing.

Terkait dengan itu, supersoccer menyorot 5 pemain yang telah bersinar di Eropa dalam setahun belakangan ini. Mungkin saja di masa depan sosok mereka akan dilihat sebagai pembuka jalan bagi lebih banyak pemain Asia untuk berlaga di liga-liga elit Eropa, sama halnya seperti Cha Bum Kun dan Yasuhiko Okudera sebelumnya.

1. Park Ji-Sung (Korea Selatan - Manchester United)
 

Gelandang tidak kenal lelah Manchester United ini menjadi nama yang pertama melesat ke otak kami saat memikirkan pemain Asia di Eropa. Lebih sukses dari kebanyakan pendahulunya, Park bisa dikatakan sebagai pemain Asia pertama yang berhasil menjadi komponen penting di salah satu tim terbesar Inggris. Mungkin pada awalnya muncul anggapan sinis bahwa dirinya hanya dibeli untuk membuat kaos United tambah laku di pasar Asia timur, tetapi kini tidak ada yang bisa membantah bahwa dirinya adalah seorang big game player. Gol-gol yang dicetaknya melawan Arsenal, Chelsea, dan Liverpool lebih dari cukup sebagai bukti predikat tersebut.

2. Keisuke Honda (Jepang - CSKA Moscow)
 

Pemain Asia terbaik di Piala Dunia 2010. Bermain untuk CSKA Moscow, Honda menjulang tinggi sebagai satu-satunya pemain sepakbola yang menguasai bola liar Jabulani selain Diego Forlan, ketika membela Jepang di Afrika Selatan. Dengan peran 'false 9' yang ditempatinya, Honda selalu menebar kekacauan di pertahanan lawan, tidak hanya dengan teknik tingginya, tetapi juga dengan pergerakannya dan daya kerjanya.

3. Shinji Kagawa (Jepang - Borussia Dortmund)
 

Siapa sangka pemain muda asal Jepang ini akan menjadi pembelian terbaik Bundesliga musim ini? Aksinya dalam menyerang dan menarik pemain lawan telah menjadi salah satu faktor utama tim muda Borussia Dortmund yang begitu mempersona menjadi juara paruh musim di Jerman.

4. Tim Cahill (Australia - Everton)
 

Ingat, Australia juga kini terhitung sebagai anggota konfederasi sepakbola Asia (AFC), sehingga pemain andalan mereka, Tim Cahill layak dimasukkan ke daftar ini. Bermain untuk Everton, Cahill terus menjadi momok bagi tim lawan dengan determinasinya dan kemampuannya di udara -meskipun tubuhnya tidak tinggi-tinggi amat.

5. Lee Chung-Yong (Korea Selatan - Bolton Wanderers)
 

Kini Park Ji-Sung punya saingan untuk memperebutkan pemain Korea Selatan terbaik di Liga Inggris. Muda, cepat, dan bertalenta, Lee Chung Yong terus mempesona di sektor sisi lapangan untuk Owen Coyle dan pasukan Bolton Wanderers-nya.
Semoga selanjutnya Okto Maniani gan

20.02 | Posted in , | Read More »

Asal-Usul Nama Rupiah

Pernah kepikiran kalau mata uang Indonesia harus Rupiah. Pastilah pernah kadang" tersirat di pikiran.Nahh.. Kali ini mari kita bahas ulasan mengenai asal usul rupiah yang notabene menjadi nama mata uang Indonesia. 

Perkataan “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda.

 
Rupiah - Indonesia 

Mata uang rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang rupiah jawa sebagai pengganti.

Mata uang gulden NICA yang dibuat oleh Sekutu dan beberapa mata uang yang dicetak kumpulan gerilya juga berlaku pada masa itu.

Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri tetapi penggunaan mereka dibubarkan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.

Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto.

Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi didagangkan dengan pinalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi .

Satuan di bawah rupiah
Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan gulden Hindia Belanda, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku di masa kolonial.

Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting.

  • sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
  • cepeng, hepeng, seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa
  • peser, setengah sen
  • pincang, satu setengah sen
  • gobang atau benggol, dua setengah sen
  • ketip/kelip/stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya)
  • picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya)
  • tali, seperempat rupiah (25 sen, ada koin pecahan 25 dan 50 sen)

Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah sepertiga tali.

  • Satuan di atas rupiah
  • Terdapat dua satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.
  • ringgit, dua setengah rupiah (pernah ada koin pecahannya)
  • kupang, setengah ringgit

19.45 | Posted in , | Read More »

Kenapa Celana Jeans Ada Saku Kecil Di Bagian Kanannya?


Pernah tidak terlintas kenapa celana jeans selalu ada saku kecil di bagian sebelah kanannya? Selintas saku kecil ini tak ada fungsinya selain hanya tempelan untuk menambah aksentuasi gaya pemakainya, atau mungkin ciri khas celana jeans. Namun, dari saku imut-imut inilah sebenarnya bisa dibaca sejarah celana yang dipopulerkan oleh Levi Strauss tahun 1880 ini, delapan tahun setelah jeans masuk ke Amerika Serikat (AS) tahun 1872.

Sebagai jenis tekstil, jeans pertama kali dibuat di Genoa, Italia tahun 1560-an. Kain celana ini biasa dipakai oleh angkatan laut. Orang Prancis menyebut celana ini dengan sebutan "bleu de Génes", yang berarti biru Genoa. Meski tekstil ini pertama kali diproduksi dan dipakai di Eropa, tetapi sebagai fashion, jeans dipopulerkan di AS oleh Levi Strauss, seorang pemuda berusia dua puluh tahunan yang mengadu peruntungannya ke San Francisco sebagai pedagang pakaian. Ketika itu, AS sedang dilanda demam emas.

Akan tetapi, sampai di California semua barangnya habis terjual, kecuali sebuah tenda yang terbuat dari kain kanvas. Kain kanvas ini dipotongnya dan dibuatnya menjadi beberapa celana yang dijual pada para pekerja tambang emas. Dan ternyata para pekerja menyukainya karena celana buatan Strauss tahan lama dan tak mudah koyak. Merasa mendapat peluang, Strauss menyempurnakan "temuannya" dengan memesan bahan dari Genoa yang disebut "Genes", yang oleh Strauss diubah menjadi "Blue Jeans".

Di sinilah para penambang tambah menyukai celana buatan Strauss dan "menobatkan" celana itu sebagai celana resmi para penambang. Para penambang emas itu menyebut celana Strauss dengan "those pants of Levi`s" atau "Celana Si Levi". Sebutan inilah yang mengawali merek dagang pertama celana jeans pertama di dunia.

Naluri bisnis Strauss yang tajam membuatnya mengajak pengusaha sukses Jakob Davis untuk bekerja sama, dan pada tahun 1880 kerja sama itu melahirkan pabrik celana jeans pertama. Dan produk desain mereka yang pertama adalah "Levi`s 501".

Produk desain pertama memang dikhususkan bagi para penambang emas. Celana ini memiliki 5 saku, 2 di belakang dan 2 di depan, dan 1 saku kecil dalam saku depan sebelah kanan. Karena diperuntukkan bagi para penambang, saku ini tentu bukan untuk bergaya-ria. Tetapi saku imut-imut ini dirancang untuk menyimpan butiran-butiran emas yang berukuran kecil. Meski kini jeans diproduksi dalam berbagai merek dan bukan hanya untuk para penambang, tetapi saku imut-imut itu tetap ada. Tentu saja fungsinya bukan sebagai tempat menyimpan butiran emas. 

19.43 | Posted in , | Read More »

Ada Piramida di Kota Dodol ???



Saya baru mendengar berita tentang berita piramida garut ini tadi sekitar pukul 19.00 WIB di on the spot. Takjub, pertama kali mendengar dan melihatnya, beberapa pertanyaan mulai berkecamuk dalam hati saya, Benarkah itu Piramida??? Apa itu piramida buatan manusia ataukah piramida yang tercipta karena adanya fenomena alam? Saya langsung saja search di google mengenai piramida garut ini.Dan setelah saya membaca informasi-informasinya, maka ini adalah tulisan yang saya tulis berdasarkan pemahaman sederhana dari apa yang saya baca.

Piramida merupakan sebuah bukti kejayaan masa lampau yang menunjukkan adanya peradaban dunia di sana. Piramida sendiri banyak terdapat di Mesir, seperti piramida yang terkenal di sana yait u piramida giza. Lalu benarkah Indonesia juga memiliki piramida yang sama luar biasanya seperti piramida giza?

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tim Bencana Katastropik Purba, mereka meyakini bahwa di balik timbunan tanah di gunung Sadahurip, garut Jawa Barat, terdapat piramida buatan manusia, yang bahkan berusia lebih tua dari Piramida Giza di Mesir. Piramida garut ini juga masih controversial karena masih banyak ahli di Indonesia yang mengatakan bahwa tak ada sejarah adanya piramida di Indonesia. Namun, penelitian tetap dilakukan karena hal ini bisa saja terjadi, karena semuanya ini mungkin. Dan bila hal ini terbukti, Indonesia bisa mempunyai situs sejarah yang sama bahkan bisa lebih dari piramida Giza di Mesir.

Penemuan piramida garut ini hampir sama dengan ditemukannya piramida di Bosnia, yang sudah dikenal sebagai masyarakat go a yang primitive, pada april 2005 lalu. Namun, Anggota Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Iwan Sumule, sendiri membantah bahwa penemuan ini terinspirasi dari piramida Bosnia, karena pada awalnya penelitian yang dilakukan di gunung Sadahurip ini adalah untuk mencari tahu sejarah gempa masa lalu dengan meneliti patahan yang ada di sana. Jadi, penemuan piramida garut ini adalah sebuah ketidaksengajaan.



Penelitian masih terus dilakukan guna memastikan adanya piramida garut ini. tim katastropik purba juga telah menggunakan metode Interferometric Syntetic Aperture Radar (IFSAR) yang mana dari gambar yang dihasilkan dapat dilihat sebuah gambar telanjang piramida di sana. Selain,itu dalam gambar itu juga da pat ditemukan adanya batuan yang lebih pendek di sekitar pyramid, batu pendek itu diduga merupakan piramida yang lebih kecil atau bahkan spinx seperti yang ada di Mesir. 

Penelitian dengan metode georadar dan geolistrik juga sudah dilakukan dan hasilnya menunjukkan bahwa ini bukanlah fenomena alam tapi merupakan murni buatan manusia atau man made. Selain itu, berdasarkan penelitian carbon dating umur batuan di Gunung Sadahurip sendiri lebih dari 10.000 tahun, Artinya kalau Piramida Giza di Mesir berusia sekitar 3.000 tahun sebelum masehi, maka piramida garut ini berusia lebih dari 10.000 tahun. Untuk tingginya, piramida garut ini diperkirakan memiliki tinggi 200 m, sungguh temuan yang luar biasa.

Saya pribadi berharap piramida garut ini adalah nyata dan bisa segera terkuak. Karena hal ini bisa menjadi bukti bahwa dahulu Indonesia adalah pusat peradaban dunia. Selain, itu ada sebuah buku yang menun jukkan bahwa Indonesia merupakan daratan atlantis yang hilang yang merupakan pusat peradaban dunia. Semoga piramida garut ini segera terungkap kebenarannya.


http://unikanehdidunia.blogspot.com/2011/12/ada-piramida-di-kota-dodol.html

23.58 | Posted in , | Read More »

Inilah 10 Penemuan Berguna yang disalah Gunakan

Para ilmuwan selalu berusaha membuat inovasi untuk memajukan dunia, tetapi sayangnya ada saja orang-orang yang menggunakannya untuk sesuatu yang buruk demi dirinya sendiri. Di bawah ini adalah daftar penemuan-penemuan yang penting dan ditujukan untuk kebaikan namun berakhir dengan malapetaka yang mengorbankan lingkungan dan nyawa manusia.

1. Zyklon B




Fritz Haber adalah ilmuwan Yahudi yang memenangkan hadiah Nobel karena menciptakan pupuk nitrogen murah dan juga membuat senjata kimia untuk Jerman pada Perang Dunia I. Insektisida hasil penemuannya digunakan untuk pengasapan di toko beras yang bertanggung jawab atas kematian 1,2 juta orang. Zyklon B-nya menjadi metode eksekusi favorit di ruang gas saat pembakaran.

2. Agent Orange




Arthur Galston membuat sebuah bahan kimia yang bisa mempercepat pertumbuhan kacang kedelai dan membuatnya bisa ditumbuhkan di area dengan musim pendek.

Sayangnya, pada konsentrasi yang tinggi bahan ini justru akan menggundulkan kacang kedelai tersebut dan fungsi bahan ini lalu digantikan menjadi herbisida (pemberantas tanaman liar) walau Galston khawatir akan dampaknya terhadap manusia.

Bahan ini disuplai ke pemerintah AS di tong bergaris oranye dan 77 juta liter Agent Orange disemprotkan di Vietnam yang menyebabkan 400.000 kematian dan cacat dengan 500.000 cacat kelahiran.

3.Gatling Gun
Richard Jordan Gatling mencuptakan senapan Gatling setelah dia mencatat lebih besarnya kematian warga Amerika karena penyakit daripada tembakan.

Di tahun 1877, dia menulis: “Ini menyadarkan saya kalau saya bisa menemukan sebuah alat (senjata) yang dengan kecepatan tembakannya dapat membuat seseorang bisa berperang sebagai seribu orang, itu akan menurangi jumlah tentara yang dibutuhkan dan saya merasa merasa akan lebih mudah untuk menyiapkan makanan bagi para prajurit.”

Senapan Gatling digunakan hampir sukses untuk memperluas kolonial kerajaan Eropa dengan tanpa ampun menyiksa tentara pribumi dengan senjata primitif.

4. TNT
Joseph Wilbrand adalah seorang kimiawan Jerman yang menemukan trinitrotoluena pada tahun 1863 yang digunakan untuk pewarna kuning. Tapi tidak hingga tahun 1902 saat disadari kekuatan ledakan TNT dan digunakan sebagai senjata peledak secara luas oleh kedua belah pihak saat Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Sampai saat ini pun TNT masih digunakan di militer.

5. Bensin Bertimah




Thomas Midgley adalah orang yang menemukan Freon CFC sebagai bahan pendingin yang aman untuk menggantikan bahan pendingin beracun seperti ammonia dalam penggunaannya secara luas.

Namun, yang dihasilkan dari bahan ini rupanya kerusakan luas lapisan ozon. Ide terkenal lainnya adalah untuk menambahkan timah tetraetil ke bensin yang menyebabkan permasalahan kesehatan dunia dan kematian karena keracunan timah. Dia dianggap sebagai pria yang “paling banyak memberi dampak pada atmosfir daripada orang lain dalam sejarah bumi.”

6. Gas Sarin
Dr. Gerhard Schrader adalah seorang kimiawan Jerman yang berspesialisasi dalam penemuan insektisida baru, berharap bisa membuat kemajuan demi melawan kelaparan di dunia. Namun, Dr. Schrader terkenal karena penemuan berbahaya gas beracun seperti sarin dan tabun, dan karena hal ini, terkadang dia dipanggil “bapak gas beracun”.

7. Fusi Nuklir




Meskipun keinginan besar dan mimpi astronomi adalah untuk menggunakan roket dalam mengeksplorasi luar angkasa, hasil kerja Wernher von Braun digunakan untuk membuat roket Nazi V2 yang membunuh 7.250 tentara dan penduduk sipil dan diperkirakan 20.000 buruh selama konstruksi.

Lalu, di AS dia membuat sebuah rangkaian roket ICBM yang mampu membawa banyak nuklir peledak sekaligus yang dibawa berkeliling dunia sebelum dia menyelamatkan reputasinya dengan membuat roket Saturn V yang membawa manusia ke bulan.

9. Kamp Konsentrasi




Frederick Roberts, Pangeran Roberts pertama membuat kamp pengungsi untuk memberikan perlindungan kepada keluarga sipil yang diserang yang meninggalkan rumahnya karena berbagai alasan di Perang Boer.

Namun, saat Lord Kitchener menggantikan Roberts sebagai komandan utama di Afrika Selatan tahun 1900, tentara Inggris memperkenalkan taktik baru dengan tujuan untuk menghancurkan serangan gerilya dan arus pertumbuhan rakyat sipil.

Kitchener memprakarsai rencana untuk “menyingkirkan serangan gerilya dalam sebuah rangkaian gerkan sistimatik, terorganisir seperti olahraga menembak, dengan kesuksesan yang ditentukan dengan sekantung orang mati, tertangkap dan terluka, dan untuk menyapu bersih negara dari apapun yang bisa memberi makanan untuk pelaku penyerangan gerilya, termasuk wanita dan anak-anak.”

Strategi itu berhasil menangkap 28.000 orang Boer sebagai tawanan perang dan 25.630 lainnya ditenggelamkan ke laut. Sebagian besar sisa orang-orang Boer di kamp lokal adalah wanita dan anak-anak. Lebih dari 26.000 wanita dan anak-anak meninggal di kamp konsentrasi ini.

10. Ekstasi




Anton Köllisch membuat 3,4-metilendioksimetamfetamin sebagai hasil penelitiannya berupa obat untuk melawan pendarahan yang tidak normal. Hasil penelitiannya tersebut tidak digubris selama 70 tahun hingga menjadi terkenal di kalangan klub dance di awal 80an.

Dan bermula dari kebiasaan Rave (dance party) di akhir tahun 80an yang mengadopsi Ekstasi sebagai obat pilihanlah yang membuat MDMA menjadi empat besar obat ilegal yang membunuh sekitar 50 orang per tahun di Inggris. Penemunya meninggal di Perang Dunia I.

Sumber : Whooila
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=607269784#post607269784

17.19 | Posted in , | Read More »

Kisah dan Kesadisan Dokter Jaseph Mele

josef Mengele (16 Maret 1911 – 7 Februari 1979), adalah seorang perwira SS Jerman dan seorang dokter di kamp konsentrasi Auschwitz milik Nazi. Ia melakukan percobaan medis yang amat mengerikan kepada para tawanan di dalam kamp. Mengele dikenal sebagai Malaikat Kematian. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, ia pertama kali bersembunyi di Jerman, lalu lari dan tinggal di Amerika Selatan hingga mati tenggelam saat berenang di Brasil karena stroke.





Joseph Mengele menjadi termasyhur karena menjadi salah satu dokter SS yang mengawasi pemilihan tahanan yang datang, menentukan siapa yang harus dibunuh dan siapa yang menjadi buruh paksa, dan untuk melakukan eksperimen manusia di kamp tahanan tersebut, di antara orang-orang yang mengenal Mengele sebagai “Malaikat Maut.”

Di Auschwitz, Mengele melakukan sejumlah kajian pada anakkembar. Setelah percobaan selesai, anak kembar ini biasanya dibunuh dan tubuh mereka dibedah. Ia mengawasi sebuah operasi di mana dua anak-anak Gipsi dijahit menjadi satu untuk menciptakan kembar siam, tangan anak-anak menjadi sangat terinfeksi di mana urat-urat mereka telah rusak. Mengele sangat fanatik dengan darah dari anak kembar, terutama yang kembar identik Dia dilaporkan mengambil darah mereka sampai mati.

Tawanan Auschwitz Dekel Alex mengatakan:

“Saya tidak pernah bisa menerima kenyataan bahwa Mengele sendiri percaya dia melakukan pekerjaan yang serius – bukan dari cara dia kurang teliti tentang hal itu. Ia hanya menjalankan kekuasaannya. Mengele mengelola sebuah toko daging – bedah utama yang dilakukan tanpa obat bius. Sekali waktu, saya menyaksikan sebuah operasi perut – Mengele menghapus potongan-potongan dari perut, tetapi tanpa obat bius. Di lain waktu, itu adalah hati yang dikeluarkan, lagi-lagi, tanpa obat bius. Saat itu mengerikan. Mengele adalah seorang dokter yang menjadi gila karena ia diberi kekuasaan. Tidak ada yang pernah bertanya kepadanya – kenapa yang satu ini mati
Lihat pula

Ide gila yang pertama adalah mengubah warna mata. Dia berpikir bisa mengubah warna mata anak-anak dengan menginjeksikan bahan kimia ke dalam mata mereka. Dia akan mengambil satu pasang anak kembar dan menggunakan salah satu dari mereka untuk menguji teori perubahan warna pada mata. Meskipun, tidak pernah berhasil ia terus berusaha. Akibatnya bisa diprediksi, pembunuhan sadis ketika usahanya gagal.
Kembar Siam. Dia ingin melihat apa yang akan terjadi jika ia diciptakan satu pasang kembar siam. Dia mengambil satu pasang dari anak kembar dan menjahitnya bersama-sama. Dia mengawasi operasi, termasuk reseksi dilakukan pada tangan kembar, tangan mereka menjadi terinfeksi dan menyebabkan mereka untuk memiliki gangren.

Sterilisasi. Dia ingin menguji metode untuk mensterilkan perempuan muda. Dia mengambil beberapa dari mereka untuk shock perawatan dan operasi. Sebagian besar dari mereka meninggal dunia, karena operasi yang disebabkan infeksi atau selama prosedur.

Transfer Darah. Dia akan menguras darah dari satu kembar dan transfer ke yang lain. Dia ingin melihat apakah itu akan mengubah apa-apa di kembar lainnya. Dia membunuh beberapa dari mereka dengan cara ini, karena ia akan menguras darah mereka terlalu banyak.

Suntuk Kuman Mematikan. Dia akan menyuntik anak dengan kuman yang mematikan. Dia ingin mempelajari berbagai tahap bagaimana mereka akan bereaksi untuk itu.

Ubah Jenis Kelamin. Dia akan melakukan operasi mengubah jenis kelamin pada salah satu kembar. Dia ingin melihat apakah mereka akan bereaksi secara berbeda ketika menjadi lawan jenis dibandingkan sebagai jenis kelamin yang sama.

Kehamilan Sedarah. Dia ingin melihat bagaimana model anak-anak akan lahir dari saudara kandung pasangan kakak beradik. Dia tertarik untuk mengetahui apakah itu mungkin terjadi. Setiap gadis yang hamil saat di kamp konsentrasi di bawah perawatan Dr Mengele, adalah karena dikawinkan dengan saudara kandung.
Isolasi Endurance. Dia ingin tahu apakah kembar bisa bertahan tanpa kembar lain. Ia akan memisahkan mereka untuk melihat mana yang bisa berumur terpanjang tanpa yang lain. Dia akan mengunci mereka secara terpisah tanpa ditemani siapapun dan menunggu.

Mengambil Organ tubuh. Untuk beberapa alasan dia ingin mempelajari setiap aspek dari anak kembar. Dia memilih pasangan dan menempatkan mereka di meja operasi, maka ia akan menyuntik hati mereka dengan kloroform, langsung membunuh mereka berdua. Dia kemudian akan memulai memotong-motong organ tubuh mereka dan untuk tujuan mempelajari mereka sepenuhnya.

sumber 

19.37 | Posted in | Read More »

Mengenang Tsunami : Dedi Selamat Memegang Kulkas

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Korban-Tsunami234.jpg

Pagi tanggal 26 Desember 2004, Aku sedang membersihkan rumah, Ibuku pagi-pagi sekali sudah berangkat ke Lampulo untuk membeli ikan. Ibu memang suka membeli ikan di Lampulo pada hari minggu.

Saat Aku sedang menyapu teras rumah, tiba-tiba bumi berguncang, orang-orang berteriak gempa! Aku berlari ke jalan dan memanggil adik-adik ku untuk keluar dari rumah. Di luar sudah ramai tetangga-tetangga yang duduk di jalan, aku dan adik-adikku saling berpegangan.

Gempa sangat kuat, aku berfikir bahwa ini adalah kiamat. Aku berdoa mohon ampun pada Allah, dan terus saja aku teringat bahwa aku belum lunas mengganti puasa yang tinggal pada bulan puasa lalu. Aku terus berdoa meminta ampun.

Setelah gempa berhenti, Aku teringat ibuku, aku berdoa semoga Ibu baik-baik saja. Tidak lama kemudian ibu pulang, Ibu langsung pulang karena mencemaskan aku dan adik-adikku dirumah, beliau menceritakan bahwa ada bangunan yang roboh dan retak-retak yang dilihatnya di perjalanan pulang.

Aku, ibu, adik-adikku dan tetangga-tetangga duduk dijalan, tidak ada yang berani masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba terdengar bunyi klakson kendaraan yang masuk ke kampung kami, kami bangkit dari duduk untuk melihat apa yang terjadi, kenapa ramai sekali orang yang menuju ke kampung kami.

Seorang anggota Brimob dari Lingke masuk ke lorong kami dengan mengendarai sepeda motor, dia mengimbau kami untuk lari karena air laut naik. Kami yang berada di lorong tercengang dan masih bingung dengan perkatan si Brimob itu. Brimob itu berlalu meninggalkan kami yang masih bertanya-tanya, namun ketika dia sampai di ujung lorong, dia berbalik lagi ke arah kami, kami masih saja berdiri. Sekali lagi dia menghampiri kami, kali ini dia membentak, “Cepat lari! Air laut naik!.

Saat itu aku mulai merasa ketakutan, ibu yang melihat aku ketakukan langsung memelukku dan adik-adikku, Kemudian kami langsung bergegas, tetangga-tetangga mengeluarkan mobil-mobil mereka dari garasi.

Di lorong itu ada 5 rumah termasuk rumahku, Hanya dalam beberapa menit mobil sudah terparkir di lorong, ada 5 mobil yang sudah dikeluarkan. Seorang bapak, salah seorang tetanggaku berkata, “Naikkan dulu yang perempuan, anak-anak dan ibu-ibu. Kita akan ke seulawah.” Kami bergegas masuk ke dalam mobil, tiba-tiba ibuku berlari ke dalam rumah untuk mengambil ijazah kami di kamarnya dan kemudian diletakkan di lantai dua.

Saat itu ibu berpikir mungkin air yang datang itu seperti banjir, sehingga ijazah tidak akan hilang jika diletakkan dilantai dua rumah. Setelah semua penghuni lorong hendak berangkat, ternyata kami sudah tidak bisa keluar lagi, lorong sudah dipenuhi oleh orang-orang yang berlarian, kebanyakan mereka berasal dari Lingke dan Prada. Akhirnya keluargaku dan tetangga memutuskan untuk tetap berada di lorong dulu bersama-sama.

Setelah kemacetan di lorong berkurang, Sekitar pukul 11.00. Aku minta izin pada ibu untuk pergi keluar lorong melihat keadaan. Ibu mengizinkan dan berpesan agar tidak terlalu jauh pergi dan jangan lama. Keluar dari lorong, aku melihat banyak orang yang berjalan di jalan Tgk. Ade Utama, tubuh mereka kena lumpur.

Aku juga melihat seorang gadis seusiaku sedang memegang baju seragam sekolahnya yang masih bergantung di hanger, sebagian seragam itu terkena lumpur, dia tetap memegangnya sambil berjalan dan matanya basah. Aku ingin keluar dari jalan Tgk. Ade Utama untuk melihat keadaan di jalan P.Nyak Makam. Sampai di Romen, aku berdiri di depan Café itu.

Aku melihat ramai sekali orang yang berjalan kearah simpang BPKP, kebanyakan mereka tidak menggunakan alas kaki, mungkin sandal mereka putus ketika berlari menjauh dari air laut. Tatapan mereka kosong, mata basah, tidak ada saling bicara diantara mereka, aku menyaksikan mereka seolah-olah ada yang sedang memanggil mereka di simpang BPKP. Tiba-tiba saja aku menangis menyaksikan mereka.

Mereka saling merangkul, ada yang membawa jenazah yang diletakkan di kain panjang dan dipegang oleh 2 orang, yang satu berjalan di depan dan satu di belakang, tatapan mereka sama, kosong.

Ada juga jamaah haji, mungkin mereka yang dari asrama haji, dan ada juga yang berpakaian Brimob. Mereka semua berjalan ke satu arah, dari wajah mereka tampak mereka sangat kelelahan, di antara mereka ada yang menangis. Aku terus saja menangis dan berlari ke rumah untuk menceritakan pada ibu.

Pemuda-pemuda di kampungku sudah bergegas untuk menolong korban-korban tsunami, sampai di rumah aku melihat ibu sedang melayani beberapa pengungsi yang singgah di rumahku. Mereka berasal dari Lingke. Aku melihat Ibu sangat cemas, ternyata ibu teringat Dedi karena belum pulang.

Dedi adalah sepupuku, dia tinggal di rumahku, orang tuanya mengirim dia untuk sekolah di Banda Aceh, Aku dan Dedi sama-sama masih kelas 1 SMA pada waktu itu. Sabtu tanggal 25 Desember 2004, Dedi minta izin pada ibuku untuk menginap di rumah saudara ayahnya di Beurawe. Karena dia belum pulang-pulang juga setelah gempa, menjelang sore ibu pergi ke Beurawe untuk menjemput Dedi, ternyata dia tidak ada disana. Saudaranya memberitahu ibu kalau Dedi bersama anaknya pergi ke Ulhelheu pagi itu.

Ibu pulang dengan menangis, sampai di rumah Ibu memeluk aku dan adik-adik, dengan terisak Ibu mengatakan Dedi sudah tidak ada lagi karena dia pergi ke laut tadi pagi, langsung saja kami histeris. Tetangga datang untuk menenangkan kami, seorang bapak menasihati kami untuk sabar, ini adalah cobaan dari Allah, kita semua harus ikhlas.

Mendengar nasehat Bapak itu, kami langsung beristigfar. Ibu meminta aku dan adik-adikku untuk mendoakan Dedi, doa anak yatim cepat diterima Allah, kata ibu pada kami. Sore itu juga ibu pergi ke Lambaro untuk mencari jenazah, semua jenazah sudah dibuka tetapi tidak ada Dedi. Ibu pulang dengan menangis. Malamnya aku bermimpi bahwa Dedi masih hidup. Setiap kali aku terbangun, aku melihat ibu menangis dan berdoa, beliau tidak bisa tidur karena terus memikirkan Dedi.

Senin, tanggal 27 Desember 2004. Ibu dibantu oleh beberapa tetangga pergi mencari Dedi, Aku dan adik-adikku tetap berada di rumah. Siang ibu kembali ke rumah dan belum menemukan Dedi. Menjelang sore, pamanku dan orang tua Dedi datang dari Tangse, mereka belum mengetahui bahwa Dedi hilang.

Ibuku memeluk ibu Dedi, sambil menangis ibu memberitahukan bahwa Dedi pergi ke laut Minggu pagi dan sampai sekarang belum tahu di mana. Ibu Dedi langsung pingsan. Ayahnya menangis. Ibuku dan Orang tua Dedi serta dibantu pamanku pergi mencari Dedi. Malam mereka kembali ke rumah dan belum menemukan Dedi, apakah dia masih hidup atau telah tiada.

Senin malam aku dan adik-adikku diajak pulang ke tangse oleh paman. Ibu dan orang tua Dedi tetap tinggal di rumah ku. Sampai di Tangse, ketika mobil yang dikemudikan paman berbelok ke jalan menuju rumah kakek ku, seorang ibu menyetop kami, paman mengenal ibu itu. Ibu itu berdiri di teras rumahnya dan berteriak, “Dedi sudah dibawa pulang ke rumah! Sambil menunjuk ke arah rumah kakekku, kami semua dalam mobil mengucapkan Alhamdulillah. Paman menancap gas mobilnya, 100 meter jarak dari rumah kakek sudah kelihatan orang-orang kampung memenuhi jalan dan halaman rumah kakek.

Mereka semua datang ke rumah kakekku untuk melihat Dedi. Orang-orang ingin melihat bagaimana kondisi Dedi, karena mereka belum mengetahui kondisi sebenarnya di Banda Aceh. Aku dan adik-adikku turun dari mobil, melewati kerumunan orang, dan langsung masuk rumah kakek, kami melihat Dedi sedang berbaring di kamar, tubuhnya penuh luka, luka-luka yang parah, bahkan ada yang kelihatan tulangnya. Dia tertidur pulas. Dia dibawa pulang oleh seorang warga Tangse yang melihat dia di Masjid Raya Baiturrahman dengan tubuh penuh luka. Karena sambungan telepon ke Banda Aceh masih putus, tidak bisa menghubungi ibu dan orang tua Dedi, akhirnya paman berangkat lagi malam itu ke Banda Aceh untuk menjemput ibu dan orang tua Dedi.

Alhamdulillah kami semua masih bisa berkumpul di Tangse. Aku bersyukur Allah masih menyelamatkan sepupuku itu. Setelah sebulan di tangse, kemudian aku kembali ke Banda Aceh untuk menjadi relawan.

Setelah 7 tahun musibah itu terjadi, banyak hikmah yang dapat kita ambil. Jika Allah berkehendak maka semua akan terjadi. Allah dapat mengambil nyawa dan harta kita dalam sekejap. Begitu juga jika Allah masih memberikan kita umur panjang, seperti sepupuku Dedi, dia selamat dari tsunami karena Allah menyelamatkannya dengan memberikan dia sebuah kulkas yang hanyut untuk ia pegangi. Dari bencana ini semoga kita semua bisa mengambil hikmah. Untuk kita yang masih diberikan umur panjang, semoga kita senantiasa mengingat Allah. ***
Risa Fitria
Mahasiswa FKIP Unsyiah
--------------------------------
Kenangan dalam bentuk tulisan dapat dikirimkan ke email: kenangtsunami2612@serambinews.com beserta foto diri, keluarga, dan kerabat yang meninggal akibat tsunami. Tak terkecuali korban selamat (survivor) yang kini telah mampu bangkit menata kehidupannya kembali.
http://www.tribunnews.com/2011/12/26/dedi-selamat-memegang-kulkas
sumber 

19.25 | Posted in , | Read More »

Pak Presiden, Apa Janji Itu Hanya Sebatas Mimpi?

Masih ingat Eriyanto? Ia adalah kapten yang membawa The All Star Team Milan Junior Camp juara di Milan Junior Camp Day Tournament di markas AC Milan, Italia, pada tahun 2010. Tak hanya tim yang juara, ia pun terpilih sebagai kapten terbaik. Sebuah prestasi yang luar biasa.


Seusai membawa timnya mengharumkan nama bangsa, Eriyanto dan kawan-kawan disambut bak pahlawan dan sempat "digadang" oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Saya berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan itu. Saya butuh banget untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Nyatanya sampai saat ini enggak ada. Janji itu sebatas mimpi.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan janji manis kepada The All Star Team Milan Junior Camp.

"Presiden berjanji semua biaya sekolah ditanggung dan diberi kehidupan layak," ungkap Eriyanto yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, saat dihubungi Kompas.com, Senin (26/12/2011).

Namun, janji itu ternyata hanya janji. Setahun berselang, Eriyanto tak pernah merasakan realisasi janji yang dilontarkan Presiden.

"Saya berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan itu. Saya butuh banget untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Nyatanya sampai saat ini enggak ada. Janji itu sebatas mimpi," ujar Eriyanto.

Padahal, Eriyanto sangat membutuhkan bantuan itu demi meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Eriyanto berasal dari keluarga kurang mampu. Orangtuanya, Bapak Uli (42) dan Ibu Eha Suleha (37), bekerja sebagai buruh. Demi membantu ekonomi keluarganya, Eriyanto menggembala ternak setelah pulang dari sekolah di SMAN 1 Nagrek.

Akan tetapi, keterbatasan itu bukan menjadi penghalang bagi Eriyanto untuk mewujudkan mimpinya menjadi pemain hebat seperti Lionel Messi (Barcelona) dan Firman Utina (Sriwijaya FC).

Anak pertama dari tiga bersaudara itu masih tekun mengasah kemampuannya di SSB Asmaras. Eriyanto memang berencana mengikuti seleksi tim nasional U-17 pada Januari nanti.

"Saya tidak putus asa. Kalau putus asa, tidak akan mengubah segalanya," ujarnya.

Kisah Eriyanto ini mendapatkan perhatian dari publik pencinta sepak bola di dunia maya. Sebuah akun Twitter @sepakbolaisme menggalang dukungan untuk Eriyanto dengan melelang jersey mantan pemain timnas, Ilham Jayakesuma.
sumber 

19.15 | Posted in , | Read More »

Tahukah Anda Siapa Sebenarnya Daan Mogot Itu ?


Elias Daniel Mogot

Penduduk Jakarta pasti sudah pernah mendengar nama sebuah jalan bernama Daan Mogot. Jalan yang terbentang dari perempatan Grogol hingga Tangerang. Tapi apakah banyak yang sadar bahwa nama jalan Daan Mogot itu berasal dari sebuah nama seorang pemuda? 

Pemuda belia itu bernama Elias Daniel Mogot. Daan Mogot adalah nama populer Elias Daniel Mogot. Pemuda ini cukup mengagumkan. Bayangkan ketika anak-anak saat ini yang berumur 14 tahun masih doyan main playstation ataupun ber-FB ria, ternyata saat umur 14 tahun Daan Mogot sudah ikut berperang.


Elias Daniel Mogot Berusia 20 TahunPemuda kelahiran Manado, 28 Desember 1928, ini dibawa oleh orang tuanya ke Batavia (Jakarta) saat berumur 11 tahun. Daan Mogot adalah anak dari pasangan Nicolaas Mogot dan Emilia Inkiriwang. Ayahnya ketika itu adalah Hukum Besar Ratahan. Ia anak kelima dari tujuh 
bersaudara. 

Saudara sepupunya antara lain Kolonel Alex E. Kawilarang (Panglima Siliwangi, serta Panglima Besar Permesta) dan Irjen. Pol. A. Gordon Mogot (mantan Kapolda Sulut). Di Batavia, ayahnya diangkat menjadi anggota VOLKSRAAD (Dewan Rakyat masa Hindia-Belanda). Kemudian ayahnya diangkat sebagai Kepala Penjara Cipinang.

Di umur 14 tahun (tahun 1942) Daan Mogot masuk PETA (Pembela Tanah Air) yaitu organisasi militer pribumi bentukan Jepang di Jawa, walaupaun sebenarnya ia tak memenuhi syarat karena usianya belum genap 18 tahun. Oleh prestasinya yang luar biasa ia diangkat menjadi pelatih PETA di Bali. Kemudian dipindahkan ke Batavia.

Saat kejatuhan Jepang dan selepas Proklamasi 1945, Daan Mogot bergabung dengan pemuda lainnya mempertahankan kemerdekaan dan menjadi salah seorang tokoh pemimpin Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan pangkat Mayor. Uniknya saat itu Daan Mogot baru berusia 16 tahun namun sudah berpangkat Mayor.

Malang tak dapat ditolak, saat ia berjuang membela negeri ini, ayahnya tewas dibunuh oleh para perampok yang menganggap “orang Manado” (orang Minahasa) sebagai londoh-londoh (antek-antek) Belanda. Kesedihannya itu ia sampaikan pada sepupunya Alex Kawilarang.

“Banyak benar anarki terjadi di sini,” kata Alex Kawilarang.

“Memang, itu yang mesti torang bereskan. Oleh karena itu, senjata harus berada di torang pe tangan” kata Daan Mogot. “Torang, orang Manado, jangan berbuat yang bukan-bukan. Awas, hati-hati! Torang musti benar-benar menunjukkan, di pihak mana kita berada.”

Daan Mogot berkeinginan mencurahkan pengetahuannya, apa yang dulu didapatkannya saat masih dibawah PETA. 

Ia ingin mendidik para pemuda yang mau menjadi tentara. Dan keinginan besarnya itu akhirnya terwujud dengan berdirinya Akademi Milter di Tangerang 18 November 1945 bersama Kemal Idris, Daan Yahya dan Taswin. Dan Daan Mogot diangkat menjadi Direktur Militer Akademi Tangerang (MAT) saat ia berusia 17 tahun dengan calon Taruna pertama yang dilatih berjumlah ada 180 orang.
Hutan Lengkong – Serpong Tangerang

Pada tanggal 30 November 1945 dilakukan perundingan antara Indonesia dengan delegasi Sekutu. Indonesia diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri Agoes Salim yang didampingi oleh dua dua perwira TKR yaitu Mayor Wibowo dan Mayor Oetarjo. Sedangkan pihak Sekutu (Inggris), Brigadir ICA Lauder didampingi oleh Letkol Vanderpost (Afrika Selatan) dan Mayor West.

Pertemuan yang merupakan Meeting of Minds, menghasilkan ketetapan tentang pengambil-alihan primary objectives tentara Sekutu oleh TKR yang meliputi perlucutan senjata dan pemulangan 35 ribu tentara Jepang yang masih di Indonesia, pembebasan dan pemulangan Allied Prisoners of War and Internees (APWI) yang kebanyakan terdiri dari lelaki tua, wanita, dan anak-anak berkebangsaan Belanda dan Inggris sebanyak 36 ribu.

Berdasarkan kesepakatan 30 November 1945, tentara Sekutu tidak lagi memiliki alasan untuk memasuki wilayah kekuasaan Indonesia maupun menggunakan tentara Jepang untuk memerangi Indonesia dengan dalih mempertahankan status quo pra- Proklamasi. Perintah itu disampaikan oleh pihak Sekutu kepada Panglima Tentara Jepang Letjen Nagano.

Sekitar tanggal 5 Desember 1945 ditegaskan oleh Kolonel Yashimoto dari pimpinan tentara Jepang kepada pimpinan Kantor Penghubung TKR di Jakarta cq Mayor Oetarjo bahwa para komandan tentara Jepang setempat sesuai dengan keputusan pimpinan tentara Sekutu, telah diperintahkan tunduk kepada para komandan TKR setempat yang bertanggung jawab atas pemulangan mereka.

Namun pada tanggal 24 Januari 1946, Daan Mogot mendengar pasukan NICA Belanda sudah menduduki Parung. Dan bisa dipastikan mereka akan melakukan gerakan merebut senjata tentara Jepang di depot Lengkong.

Ini sangat berbahaya karena akan mengancam kedudukan Resimen IV Tangerang. Untuk mendahului jangan sampai senjata Jepang jatuh ke tangan sekutu, berangkatlah pasukan TKR dibawah pimpinan Mayor Daan Mogot dengan berkekuatan 70 taruna Militer Akademi Tangerang (MAT) dan delapan tentara Gurkha pada tanggal 25 Januari 1946 lewat tengah hari sekitar pukul 14.00. Ikut pula bersamanya beberapa orang perwira seperti Mayor Wibowo, Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo dan Letnan Soetopo.

Dengan mengendarai tiga truk dan satu jip militer hasil rampasan dari Inggris, para prajurit berangkat dan sampai di markas Jepang Lengkong pukul 16.00 WIB. Di depan pintu gerbang, truk diberhentikan dan pasukan TKR turun. Mereka memasuki markas tentara Jepang dengan Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo, dan taruna Alex Sajoeti (fasih bahasa Jepang) berjalan di depan. Pasukan taruna diserahkan kepada Letnan Soebianto dan Letnan Soetopo untuk menunggu di luar.

Kapten Abe, dari pihak Jepang, menerima ketiganya di dalam markas. Mendengar penjelasan maksud kedatangan mereka, Kapten Abe meminta waktu untuk menghubungi atasannya di Jakarta. Ia beralasan bahwa ia belum mendapat perintah atasannya tentang perlucutan senjata. Saat perundingan berjalan, ternyata Lettu Soebianto dan Lettu Soetopo sudah mengerahkan para taruna memasuki sejumlah barak dan melucuti senjata yang ada di sana dengan kerelaan dari anak buah Kapten Abe. 40 orang Jepang telah terkumpulkan di lapangan.

Namun entah mengapa, tiba-tiba terdengar bunyi tembakan yang tidak diketahui dari mana asalnya. Disusul tembakan dari tiga pos penjagaan bersenjatakan mitraliur yang diarahkan kepada pasukan taruna yang terjebak. Tentara Jepang yang berbaris di lapangan ikut pula memberikan perlawanan dengan merebut kembali sebagian senjata mereka yang belum sempat dimuat ke dalam truk milik TKR.Terjadilah pertempuran yang tak seimbang, apalagi pengalaman tempur dan persenjataan para Taruna tak sebanding dsengan pihak Jepang. Taruna MAT menjadi sasaran empuk, diterjang oleh senapan mesin, lemparan granat serta perkelahian sangkur seorang lawan seorang.

Ketika mendengar pecahnya pertempuran, Mayor Daan Mogot segera berlari keluar meninggalkan meja perundingan dan berupaya menghentikan pertempuran namun upaya itu tidak berhasil. Mayor Daan Mogot bersama beberapa pasukannya menyingkir meninggalkan asrama tentara Jepang, memasuki hutan karet yang dikenal sebagai hutan Lengkong.

Namun Taruna MAT yang berhasil lolos menyelamatkan diri di antara pohon-pohon karet mengalami kesulitan menggunakan karaben Terni yang dimiliki. Sering peluru yang dimasukkan ke kamar-kamarnya tidak pas karena ukuran berbeda atau sering macet. Pertempuran ini tidak berlangsung lama, karena pasukan itu bertempur di dalam perbentengan Jepang dengan persenjataan dan persediaan peluru yang amat terbatas.

Dalam pertempuran, Mayor Daan Mogot terkena peluru pada paha kanan dan dada. Tapi ketika melihat anak buahnya yang memegang senjata mesin mati tertembak, ia kemudian mengambil senapan mesin tersebut dan menembaki lawan sampai ia sendiri dihujani peluru tentara Jepang dari berbagai penjuru.
sumber 

18.55 | Posted in , , | Read More »

Sepatu Andik di curi di malaysia



Menghadapi Juara Malaysian Super League (MSL), Persebaya harus menunggu hingga menit ke-84 untuk bisa menyamakan kedudukan melalui aksi individu bintang mereka, Andik Vermansyah, Jumat (23/12).

Namun ada cerita menarik di balik penampilan gemilang Andik pada pertandingan itu, tak hanya menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang menjadi kandang lawan, Andik juga harus beradaptasi dengan sepatu 'barunya'. Gara-garanya sepele, penggawa Timnas U-23 itu kehilangan tasnya yang berisi sepatunya dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Kota Bharu.


"Itu sepatunya Pak Haji Halil (Mat Halil). Agak kurang pas, tapi mau bagaimana lagi wong sepatu saya hilang," ucap Andik seperti disitat dari situs Indonesian Premier League (IPL).

"Untung saja bisa cetak gol, Mas. Gol itu saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sebab pertandingan ini kan juga ditayangkan langsung di Indonesia," imbuhnya.

Pihak ofisial Persebaya sudah berusaha maksimal untuk mencari tas Andik yang hilang itu ke kantor Air Asia hingga ke pihak Bandara Sultan Ismail Petra, Kota Bharu, namun hasilnya nihil. Akhirnya Andik pun harus rela memakai sepatu Mat Halil. Andai saja Andik memakai sepatunya sendiri pada pertandingan itu.

sumber 

02.13 | Posted in , | Read More »

Kata Apa Paling Menyebalkan di Dunia?



New York – Survei tahunan mengungkap kata yang dianggap banyak orang sangat menyebalkan untuk didengar. Kata ini memenangkan predikat tersebut selama tiga tahun berturut-turut. Apa itu?

Jika Anda ingin membuyarkan percakapan Anda dengan seseorang, coba pakai kata ‘terserah’. Kata seperti, ‘Tahu tidak’ dan ‘seperti’ mungkin tak enak didengar namun menurut survei tahunan Marist College Institute, ‘terserah’ berhasil menjadi kata paling menyebalkan selama tiga tahun berturut-turut.


Hampir empat dari 10 dewasa memberi penghargaan pada ‘terserah’ sebagai kata paling menyebalkan dalam percakapan kasual. Survei telepon ini dilakukan pada 1.026 dewasa di mana secara nasional, margin kesalahan hanya 3% seperti dikutip HuffPost.

Bagaimana menurut Anda? 

sumber 

02.03 | Posted in | Read More »

Tragedi Bintaro, Kecelakaan Kereta Api Terburuk Dalam Sejarah Indonesia

[Fakta]Kejadian ini di alamin dari BOKAP ane (64 tahun)Yang mau menuju RANGKASBITUNG bwt pggln Dinas Proyek Gardu Induk PLN

nih gan kejadian sebenarnya :

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 19 Oktober 1987. Saat itu, KA 225 Jurusan Rangkasbitung – Jakarta yang dipimpin oleh masinis Slamet Suradio, asistennya Soleh, dan seorang kondektur, Syafei berhenti di jalur 3 Stasiun Sudimara. Kereta yang ditarik oleh lokomotif BB30317 dalam keadaaan sarat penumpang, yaitu sekitar 700 penumpang didalamnya. KA 225 tersebut bersilang dengan KA 220 Patas jurusan Tanah Abang – Merak yg dipimpin oleh masinis Amung Sunarya dgn asistennya Mujiono. Kereta yg ditarik oleh lokomotif BB30617 ini bermuatan kurang lebih 500 penumpang, dan berada di jalur 2 Stasiun Kebayoran Lama.

Di Stasiun Sudimara sendiri, terdapat 3 jalur yang saat itu sedang penuh dengan KA. Mengetahui hal tersebut, Djamhari selaku kepala PPKA ( Pengatur Perjalanan Kereta Api ) Stasiun Sudimara menghubungi Stasiun Kebayoran Lama untuk melakukan persilangan jalur di Stasiun Kebayoran Lama, namun Kepala PPKA Stasiun Kebayoran Lama, Umriyadi / Umrihadi menolaknya dan tetap meminta persilangan dilakukan di Stasiun Sudimara.

Mau tak mau, Djamhari kemudian mengosongkan jalur 2 untuk menampung KA 220 Patas yang telah berangkat dari Stasiun Kebayoran Lama setelah mendapat izin dari Kepala PPKA dengan memindahkan KA 225 ke jalur 1. Djambhari kemudian memerintahkan Juru Langsir untuk memberi tahu masinis jika KA 225 hendak dipindah ke jalur 1. Juru Langsir kemudian memberi peringatan kepada masinis dan penumpang dengan mengibaskan Bendera Merah dan meniup peluit Semboyan 46 ( tanda kepada masinis dan penumpang jika kereta akan dilangsir )tanpa membatalkan perintah persilangan yang terlanjur diberikan kepada masinis KA 225.

Masinis KA 225 mendengar bunyi peluit Juru Langsir, namun ia tidak dapat memastikan apakah itu bunyi semboyan 46 atau semboyan 40 ( tanda ketika petugas peron memberi sinyal hijau kepada kondektur KA, artinya jalur telah aman untuk dilalui ). Karena kondisi kereta yang penuh sesak, masinis pun menanyakan kepada penumpang yang berdiri di luar lokomotif, dan orang tersebut menjawab jika sudah waktunya kereta berangkat tanpa memastikan kembali. Maka semboyan 41 ( tanda yang dibunyikan oleh kondektur sebagai respon atas dimengertinya semboyan 40 ), disusul kemudian dibunyikannya semboyan 35 ( masinis membuyikan klakson sebagai tanda kereta akan berangkat ). Sang Masinis tidak tahu jika semboyan 40 belum diberikan olah Kepala PPKA, dan ia memberangkatkan kereta hanya karena jawaban seseorang yang mengatakan jika kereta telah siap untuk berangkat.

Pada pukul 07.00 WIB, KA 225 berangkat tanpa ijin dari Kepala PPKA. Para petugas di Stasiun Sudimara dan Kepala PPKA langsung panik saat mengetahui KA 225 telah berangkat tanpa ijin, apalagi setelah Djamhari dihubungi oleh Kepala PPKA Stasiun Kebayoran Lama jika KA 220 Patas juga telah berangkat menuju Sudimara. Juru Langsir kemudian langsung mengejar KA 225 dan berhasil naik gerbong paling belakang,namun sayangnya ia tidak dapat memberi tahu sang masinis, beberapa petugas lain mengejar dengan motor. Djamhari pun mengibaskan Bendera Merah dan menaikturunkan Sinyal Palang KA sebagai peringatan kepada Masinis KA 225, namun anehnya tidak satupun yang terlihat oleh sang Masinis.

Di saat yang genting tersebut, Djamhari kemudian berlari mengejar KA 225 dan berteriak ” Tolong…Pasti Tabrakan…Tolong…Pasti Tabrakan!!! “, namun karena kereta telah berjalan lebih dari 50 km/h maka Djamhari sudah tidak dapat mengejarnya lagi. Kemudian, Djamhari kembali ke Stasiun Sudimara dan menghubungi Stasiun Kebayoran Lama agar KA 220 Patas segera dihentikan di Palang Pintu Pondokbetung.
Sang PPKA kemudian mencoba usaha terakhirnya untuk mencegah terjadinya tabrakan dengan membuyikan Semboyan Bahaya ke Bel Genta perlintasan. Namun bencana seperti sudah ditakdirkan, petugas Palang Pintu Pondokbetung tidak hafal semboyan bahaya tersebut dan menganggapnya sebagai percobaan saja. Sudah dapat ditebak, akibatnya sangat fatal karena KA 220 Patas melaju lurus dengan kecepatan cukup tinggi melewati Palang Pintu Pondokbetung.


Akhirnya, KA 225 yang telah meninggalkan Stasiun Sudimara sejauh 8 km dan berjalan dengan kecepatan kurang lebih 45 km/h bertemu dengan KA 220 Patas yang berjalan dengan kecepatan 25 km/h di Lengkungan S ( dekat tikungan melengkung Bintaro ). Kedua masinis kereta yang sama – sama sarat penumpang tersebut tak ayal kaget bukan kepalang ketika dua kereta tersebut saling bertemu. Masinis Slamet Suradio berusaha mengerem KA, namun dengan muatan penuh seperti itu, kereta membutuhkan jarak sekitar 500 meter untuk berhenti.

Pada pukul 07.10 WIB, suara benturan yang sangat keras terdengar ketika kedua kereta api saling bertabrakan. Karena muatan yang penuh dan massa kedua lokomotif yang besar, mengakibatkan kedua lokomotif seakan – akan tertelan gerbong, kemudian terguling. Masinis dan asisten KA 220 Patas selamat dengan luka ringan karena berjongkok di lantai lokomotif, sedangkan Masinis KA 225 dan asistennya terluka parah. Begitu mengerikannya tabrakan yang terjadi hingga para penumpang yg menjadi korban sulit untuk diidentifikasi lagi karena rusak. Hasil dari penyelidikan mengatakan jika korban paling banyak berasal dari gerbong terdepan dimana gerbong tersebut menabrak lokomotif hingga lokomotif menjepit gerbong. Beberapa saat kemudian, korban yg tewas seketika diperkirakan 72 orang ( ada yang mengatakan 156, 153, 116 orang ), 200 orang tewas setelah sekarat, dan 300 lebih luka – luka.

Tragedi Bintaro merupakan kecelakaan kereta api terbesar yang pernah terjadi Indonesia, celakanya lagi peristiwa itu terjadi akibat dari kelalaian manusia. Masinis yg tidak memastikan bunyi semboyan dengan benar, Kepala PPKA yang kurang berkomunikasi, hingga yang paling fatal, petugas Palang pintu yang tidak hafal semboyan Bel Genta adalah sebagian dari kunci utama penyebab tragedi berdarah ini terjadi. Masinis Slamet Suradio diganjar hukuman 5 tahun kurungan atas kelalaiannya, begitu juga dengan kondektur KA 225 yang harus mendekam di penjara selama 2 tahun 6 bulan, dan Kepala PPKA Stasiun Kebayoran Lama Umriyadi yang dipenjara selama 10 tahun.

Tragedi berdarah ini masih menyisakan duka yang sangat dalam bagi keluarga korban, bahkan telah beredar kabar bahwa lokasi kecelakaan kedua KA tersebut menjadi angker dan dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu tempat terangker di Jakarta, setidaknya begitulah kisahnya.

Walaupun tragedi Bintaro merupakan musibah yang diakibatkan oleh kelalaian manusia, namun semua itu tinggal menjadi kenangan dan masa lalu yang kelam bagi Indonesia. Selalu ada hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa ini dan pastinya akan menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam industri perkeretaapian Indonesia agar lebih baik lagi.

nih TKP dan GAMBARNYA :

WartaKota Tempoe dulu:




Peta TKP:


seminggu sebelumnya:


TKP 1:


TKP 2:


TKP 3:


RADIATOR TERSISA:


BONUS TRACK:


serem ya gan..

ya mungkin bisa menjadi kenangan pahit agar selalu berwaspada dan kembali kepada jalan yang benar karena ini semua bukan karena manusianya saja yang salah..tapi karena takdir Tuhan yang menentukan agar kita yang masih hidup bisa kembali berserah diri kepadaNya..

sumber 

04.46 | Posted in , | Read More »

Hari Ibu Dalam Perspektif Perjuangan Kartini

SUDAH menjadi pemahaman bersama jika di Indonesia ada dua hari besar yang menitikberatkan pada peran wanita, yakni Hari Ibu yang jatuh pada setiap 22 Desember dan Hari Kartini dirayakan setiap tanggal 21 April. Dua perayaan itu memperlihatkan bagaimana penghargaan (mungkin juga usaha) negara bangsa terhadap peran dan fungsi kaum wanita di Indonesia. Bisa diartikan sebagai upaya penyetaraan antara peran kaum laki-laki dengan kaum wanita di segala bidang. Akan tetapi, pelaksanaan penyetaraan itu dalam praktik, sangatlah sulit. Sering terlihat peran laki-laki berada jauh di atas wanita dan bahkan kekerasan dalam rumah tangga lebih banyak disebabkan oleh dominasi laki-laki terhadap perempuan sebagai eksitensial.


Dalam batasan lebih jauh, kekuatan otot sepertinya mempunyai keunggulan dibanding otak, rasa dan tindakan. Padahal tidak seharusnya demikian. Inilah kenyataan yang harus diluruskan lagi.

Melihat konteks itu, maka bisa dikatakan upaya penyamaan peran antara laki-laki dengan wanita di Indonesia itu adalah sebuah perjuangan. Lebih tegas lagi, sebuah perjuangan yang mempunyai sifat kontinyu, terus-menerus. Sebagai sebuah perjuangan, harus ada alasan yang jelas terhadap usaha itu, dimana alasan itu mesti berkonotasi ketidakadilan dan tekanan atau penderitaan yang terjadi pada satu pihak oleh pihak yang lain. Indonesia berjuang melawan penjajahan (entah Belanda, Inggris maupun Jepang) karena melihat adanya ketidakadilan dari kehadiran para penjajah itu dan juga melihat tekanan, dominasi dan penderitaan dari hadirnya penjajah. Maka jika perjuangan yang dilakukan terhadap persamaan peran dari perempuan, upaya ini dilakukan karena adanya indikator-indikator seperti yang disebutkan di atas.

Jika demikian, maka ketidakseimbangan yang sering terjadi pada wanita Indonesia bisa dilihat pada bidang-bidang yang lumayan banyak, baik publik maupun privat. Di ranah publik misalnya, kedudukan perempuan dalam perannya sebagai pejabat masih jauh lebih kecil dibanding dengan laki-laki. Tidak banyak perempuan Indonesia yang menjadi direktur, eksekutif, politisi dibandingkan dengan laki-laki. Itu terjadi di bidang swasta maupun negeri. Bahkan pada bidang pendidikan kalimat seperti, ''Ayah membaca koran dan Ibu memasak di dapur'', masih sering dipakai contoh. Ini adalah beberapa contoh ketidakadilan yang terjadi pada perempuan di Indonesia. Dikatakan tidak adil karena, meski dalam fisik secara kodrati mungkin wanita itu lebih lemah dari laki-laki, akan tetapi dalam kemampuan kognitif dan perasaan, wanita bisa jadi lebih kuat. Dalam beberapa catatan di perguruan tinggi, indeks prestasi akademik yang lebih besar, justru secara kuantitatif lebih banyak didapatkan oleh mahasiswi. Ini juga berlaku untuk jenjang pendidikan S2 dan S3. Lalu, siapakah yang paling mampu menahan sakit di dunia ini? Wanita adalah makhluk yang ditakdirkan Tuhan untuk mampu menahan sakit saat melahirkan.

Pekerjaan menjadi politisi, eksekutif di kantor maupun di jajaran pemerintahan, jelas memerlukan kekuatan kognitif dan kekuatan menahan persaan. Wanita seharusnya diberikan kedudukan yang sama dalam mendapatkan posisi seperti ini. Ketidakdilan terletak pada posisi ini. Jadi kalimat contoh yang mampu memberikan inspirasi kebangkitan wanita paling tidak adalah, ''Ayah bekerja di kantor dan ibu mengajar di sekolah.''

Perempuan di Indonesia juga sering dipakai sebagai 'pihak subordinatif', dalam arti bukan sebagai pemegang peranan sentral di dalam rumah tangga. Contoh yang paling sederhana misalnya, terletak pada cara pandang lelaki apabila istrinya sudah tidak ada lagi. Usaha awal-awal yang dilakukan banyak lelaki Indonesia adalah berupaya mencari pasangan baru lagi untuk 'membantunya di masa tua'. Bagaimana kalau pihak istri yang kehilangan suami? Sampai saat ini masih belum ada (atau kalaupun ada, ini kecil kuantitasnya) pernyataan-pernyataan demikian yang keluar secara verbal. Padahal, justru secara kodrati perempuanlah yang mesti mendapat perlindunagan (karena secara lebih lemah dari laki-laki). Cara pandang demikian, bukan saja merupakan ketidakadilan bagi perempuan tetapi juga sebuah penderitaan.



Mengingatkan

Hari Kartini, sesungguhnya merupakan upaya untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia (setiap tahun) bahwa upaya untuk memperjuangan persamaan peran, menghindari gaya subordinasi perempuan, serta kesenjangan antara wanita dan laki-laki di Indonesia, sudah diperjuangkan oleh Kartini, bahkan sejak awal abad ke-20 ini. Dengan demikian, usaha ini bernilai sangat tinggi.

Pertama, kesadaran ini telah muncul di negara berkembang seperti Indonesia. Artinya mampu menyaingi nilai-nilai Barat, yang justru saat itu menjajah Indonesia. Kedua, ada pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan itu sebenarnya mempunyai persamaan nilai. Ketiga, peringatan Hari Kartini setiap tahun itu merupakan upaya mengingatkan bangsa secara terus menerus terhadap nilai-nilai yang diungkapkan tadi.

Pada konteks demikian, Hari Ibu sebenarnya ada posisi yang sedikit berbeda dengan Hari Kartini. Ibu merupakan komponen sosial yang mempunyai konotasi sebagai pihak yang melahirkan, yang membuat masyarakat itu ada. Jika ada yang mengatakan ibu sebagai pengasuh, jelas itu merupakan jawaban yang tepat. Akan tetapi, bukan dalam konteks kemonopolian. Di sinilah pentingnya mengaitkan antara Hari Kartini dengan Hari Ibu. Pihak ibu jelas sebagai seorang pengasuh tetapi jelas bukan memonopoli pengasuhan. Ia juga memerlukan kesetaraan peran di sini. Seorang ayah harus juga merupakan pengasuh, dan ini harus dipahami oleh seorang laki-laki. Tidak bisa kaum lelaki itu membiarkan begitu saja peran pengasuhan kepada para ibu dengan alasan laki-laki sebagai pencari nafkah.

07.17 | Posted in , | Read More »

Tanggapan Pengunjung

Recently Added