Asal-Usul Nama Rupiah

Pernah kepikiran kalau mata uang Indonesia harus Rupiah. Pastilah pernah kadang" tersirat di pikiran.Nahh.. Kali ini mari kita bahas ulasan mengenai asal usul rupiah yang notabene menjadi nama mata uang Indonesia. 

Perkataan “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda.

 
Rupiah - Indonesia 

Mata uang rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang rupiah jawa sebagai pengganti.

Mata uang gulden NICA yang dibuat oleh Sekutu dan beberapa mata uang yang dicetak kumpulan gerilya juga berlaku pada masa itu.

Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri tetapi penggunaan mereka dibubarkan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.

Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto.

Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi didagangkan dengan pinalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi .

Satuan di bawah rupiah
Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan gulden Hindia Belanda, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku di masa kolonial.

Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting.

  • sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
  • cepeng, hepeng, seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa
  • peser, setengah sen
  • pincang, satu setengah sen
  • gobang atau benggol, dua setengah sen
  • ketip/kelip/stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya)
  • picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya)
  • tali, seperempat rupiah (25 sen, ada koin pecahan 25 dan 50 sen)

Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah sepertiga tali.

  • Satuan di atas rupiah
  • Terdapat dua satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.
  • ringgit, dua setengah rupiah (pernah ada koin pecahannya)
  • kupang, setengah ringgit

19.45 | Posted in , | Read More »

Konsep Green City Akan Mengembangkan Kota di Indonesia

Pertumbuhan kota yang cepat terjadi di negara-negara berkembang, salah satunya di Indonesia. Kota-kota besar di Indonesia seperti di Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Perkembangan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk yang pesat pula, dan urbanisasi menjadi salah satu sebabnya. Peningkatan jumlah penduduk akan mengakibatkan kebutuhan lahan meningkat.

Pertumbuhan kota yang demikian tentu akan mengakibatkan degradasi lingkungan. Persebaran lahan terbangun yang sangat luas mengakibatkan inefisiensi jaringan transportasi yang berdampak pada meningkatnya polusi udara perkotaan, selain itu juga menimbulkan costly dan pemborosan. Lihat saja Jakarta yang merupakan ibukota Indonesia, kota tersebut sudah mengalami perkembangan yang terlalu besat sehingga mengalami “overload”, menjadikan kota tersebut sebagai kota yang tidak layak untuk ditinggali. Bahkan sempat muncul isu tentang pemindahan ibukota akibat ketidaklayakannya. Belum lagi kota-kota besar lain yang mulai berkembang seperti Surabaya, Bandung, dll.

Berdasarkan keadaan itu, dalam melakukan perencanaan kota dibutuhkan pendekatan konsep perencanaan yang berkelanjutan. Ada beberapa konsep pengembangan kota yang berkelanjutan, salah satunya adalah konsep Green City yang selaras dengan alam.

Green City dikenal sebagai kota ekologis. Kota yang secara ekologis juga dapat dikatakan kota yang sehat. Artinya adanya keseimbangan antara pembangunan dan perkembangan kota dengan kelestarian lingkungan. Kota sehat juga merupakan suatu kondisi dari suatu kota yang aman, nyaman, bersih, dan sehat untuk dihuni penduduknya dengan mengoptimalkan potensi sosial ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan forum masyarakat, difasilitasi oleh sektor terkait dan sinkron dengan perencanaan kota. Untuk dapat mewujudkannya, diperlukan usaha dari setiap individu anggota masyarakat dan semua pihak terkait (stakeholders).

Konsep ini sesuai dengan pendekatan-pendekatan yang disampaikan Hill, Ebenezer Howard, Pattrick Geddes, Alexander, Lewis Mumford, dan Ian McHarg. Implikasi dari pendekatan-pendekatan yang disampaikan diatas adalah menghindari pembangunan kawasan yang tidak terbangun. Hal ini menekankan pada kebutuhan terhadap rencana pengembangan kota dan kota-kota baru yang memperhatikan kondisi ekologis lokal dan meminimalkan dampak merugikan dari pengembangan kota, selanjutnya juga memastikan pengembangan kota yang dengan sendirinya menciptakan aset alami lokal.

Terdapat 8 kriteria konsep Green City, antara lain :

A. Pembangunan kota harus sesuai peraturan UU yang berlaku, seperti UU 24/2007: Penanggulangan Bencana (Kota hijau harus menjadi kota waspada bencana), UU 26/2007: Penataan Ruang, UU 32/2009: Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dll.

B. Konsep Zero Waste (Pengolahan sampah terpadu, tidak ada yang terbuang).


C. Konsep Zero Run-off (Semua air harus bisa diresapkan kembali ke dalam tanah, konsep ekodrainase).


D. Infrastruktur Hijau (tersedia jalur pejalan kaki dan jalur sepeda).


E. Transportasi Hijau (penggunaan transportasi massal, ramah lingkungan berbahan bakar terbarukan, mendorong penggunaan transportasi bukan kendaraan bermotor - berjalan kaki, bersepeda, delman/dokar/andong, becak.


F. Ruang Terbuka Hijau seluas 30% dari luas kota (RTH Publik 20%, RTH Privat 10%)


G. Bangunan Hijau


H. Partisispasi Masyarakat (Komunitas Hijau)

Mengapa Konsep Green City Perlu Dipertimbangkan di Indonesia?

Kota-kota besar di Indonesia perlu secara cermat mengatasi persoalan ledakan penduduk perkotaan akibat urbanisasi yang brutal, tidak tertahankan, apabila kita berharap bahwa kota-kota tersebut dapat menjadi layak huni di masa mendatang. Salah satunya adalah dengan pengendalian jumlah penduduk dan redistribusinya, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan konsep Green City krisis perkotaan dapat kita hindari, sebagaimana yang terjadi di kota-kota besar dan metropolitan yang telah mengalami obesitas perkotaan, apabila kita mampu menangani perkembangan kota-kota kecil dan menengah secara baik, antara lain dengan penyediaan ruang terbuka hijau, pengembangan jalur sepeda dan pedestrian, pengembangan kota kompak, dan pengendalian penjalaran kawasan pinggiran.


Terdapat beberapa pendekatan Green City yang dapat diterapkan dalam manajemen pengembangan kota. Pertama adalah Smart Green City Planning. Pendekatan ini terdiri atas 5 konsep utama yaitu konsep kawasan berkeseimbangan ekologis yang bisa dilakukan dengan upaya penyeimbangan air, CO2, dan energi. Pendekatan kedua adalah konsep desa ekologis yang terdiri atas penentuan letak kawasan, arsitektur, dan transportasi dengan contoh penerapan antara lain: kesesuaian dengan topografi, koridor angin, sirkulasi air untuk mengontrol klimat mikro, efisiensi bahan bakar, serta transportasi umum. Ketiga, konsep kawasan perumahan berkoridor angin (wind corridor housing complex), dengan strategi pengurangan dampak pemanasan. Caranya, dengan pembangunan ruang terbuka hijau, pengontrolan sirkulasi udara, serta menciptakan kota hijau. Keempat, konsep kawasan pensirkulasian air (water circulating complex). Strategi yang dilakukan adalah daur ulang air hujan untuk menjadi air baku. Kelima, konsep taman tadah hujan (rain garden).

Pendekatan kedua adalah Konsep CPULS (Continous Productive Urban LandscapeS. Konsep penghijauan kota ini merupakan pengembangan landscape yang menerus dalam hubungan urban dan rural serta merupakan landscape productive.

Pendekatan terakhir adalah Integrated Tropical City. Konsep ini cocok untuk kota yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia. Konsep intinya adalah memiliki perhatian khusus pada aspek iklim, seperti perlindungan terhadap cuaca, penghutanan kota dengan memperbanyak vegetasi untuk mengurangi Urban Heat Island. Bukan hal yang tidak mungkin apabila Indonesia menerapkannya seperti kota-kota berkonsep khusus lainnya (Abu Dhabi dengan Urban Utopia nya atau Tianjin dengan Eco-city nya), mengingat Indonesia yang beriklim tropis.

Berikut Gambar Kerangkat Terbentuknya Konsep Integrated Tropical City:


Kelebihan dari konsep Green City adalah dapat memenuhi kebutuhan keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di suatu kawasan, sehingga dapat mengurangi bahkan memecahkan masalah lingkungan, bencana alam, polusi udara rendah, bebas banjir, rendah kebisingan dan permasalahan lingkugan lainnya.

Namun disamping kelebihannya, konsep ini memiliki kelemahan juga. Penerapannya pada masing-masing kawasan tidak dapat disamaratakan karena tiap-tiap daerah memerlukan kajian tersendiri. Setidaknya harus diketahui tentang karakteristik lokal, iklim makro, dan sebagainya. Misalnya, daerah pegunungan RTH difungsikan untuk menahan longsor dan erosi, di pantai untuk menghindari gelombang pasang, tsunami, di kota besar untuk menekan polusi udara, serta di perumahan, difungsikan meredam kebisingan. Jadi RTH di masing-masing kota memiliki fungsi ekologis yang berbeda. Disamping itu, penerapannya saat ini kebanyakan pelaksanaan penghijauannya tidak terkonseptual, sehingga menimbulkan citra penghijauan asal jadi tanpa melihat siapa yang dapat mengambil manfaat positif dari penghijauan.

Masalahnya Cuma kemauan Dari pemerintah Dan masyarakat , terutama pemerintah Kita . Mungkin akan berfikir dua kali gan .

dikutip : kaskus

22.41 | Posted in , | Read More »

Jakarta akan Berlakukan Pajak Parkir Secara Online


Dinas Pelayanan Pajak (PPD) DKI menetapkan sudah saatnya pajak parkir akan di-online-kan. Sebab, selama ini realisasi pencapaian penerimaan pajak parkir selalu tidak mencapai target yang telah ditetapkan.

"Rencananya, penerapan pajak online terhadap pajak parkir akan diterapkan tahun ini, setelah pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI 2012 pada pertengahan tahun," kata Kepala Dinas Pelayanan Pajak Daerah (PPD) DKI, Iwan Setiawandi, di Jakarta, pada Minggu (8/1).

Iwan menegaskan, pihaknya sangat mendukung langkah Gubernur DKI melakukan investigasi terhadap tidak tercapainya realisasi penerimaan pajak parkir selama beberapa tahun terakhir ini.

“Saya sangat mendukung langkah tersebut. Sebab langkah investigasi ini sangat membantu kami, yang selama ini kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk mengumpulkan pendapatan pajak parkir. Nanti Gubernur akan membentuk tim investigasi khusus di luar dari dinas kami. Karena kami lah yang akan diaudit,” kata Iwan.

Untuk mendukung langkah tersebut, lanjutnya, saat ini Dinas PPD DKI sedang melakukan persiapan pendataan sekitar 1.074 lokasi parkir dalam gedung atau off street. Dengan begitu, akan diketahui dengan mudah di mana kebocoran pendapatan pajak parkir dan langkah pencegahannya, ungkapnya.

Sambil menunggu tim investigasi bekerja, tutur Iwan, pihaknya sedang menyiapkan rencana detail penerapan pajak parkir secara online seperti yang telah dilakukan terhadap pajak hotel, restoran dan hiburan sejak tahun 2010.

“Sesuai rencana nantinya di setiap gate ke luar parkir dalam gedung, akan kita sambungkan dengan sistem komputerisasi di Dinas Pelayanan Pajak DKI. Sehingga dapat diketahui berapa jumlah kendaraan baik motor atau mobil yang ke luar dan membayar parkir. Sebab dari tarif parkir, sebanyak 20 persennya merupakan pajak yang harus dibayarkan,” jelasnya.

19.55 | Posted in | Read More »

Mengenang Tsunami : Dedi Selamat Memegang Kulkas

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Korban-Tsunami234.jpg

Pagi tanggal 26 Desember 2004, Aku sedang membersihkan rumah, Ibuku pagi-pagi sekali sudah berangkat ke Lampulo untuk membeli ikan. Ibu memang suka membeli ikan di Lampulo pada hari minggu.

Saat Aku sedang menyapu teras rumah, tiba-tiba bumi berguncang, orang-orang berteriak gempa! Aku berlari ke jalan dan memanggil adik-adik ku untuk keluar dari rumah. Di luar sudah ramai tetangga-tetangga yang duduk di jalan, aku dan adik-adikku saling berpegangan.

Gempa sangat kuat, aku berfikir bahwa ini adalah kiamat. Aku berdoa mohon ampun pada Allah, dan terus saja aku teringat bahwa aku belum lunas mengganti puasa yang tinggal pada bulan puasa lalu. Aku terus berdoa meminta ampun.

Setelah gempa berhenti, Aku teringat ibuku, aku berdoa semoga Ibu baik-baik saja. Tidak lama kemudian ibu pulang, Ibu langsung pulang karena mencemaskan aku dan adik-adikku dirumah, beliau menceritakan bahwa ada bangunan yang roboh dan retak-retak yang dilihatnya di perjalanan pulang.

Aku, ibu, adik-adikku dan tetangga-tetangga duduk dijalan, tidak ada yang berani masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba terdengar bunyi klakson kendaraan yang masuk ke kampung kami, kami bangkit dari duduk untuk melihat apa yang terjadi, kenapa ramai sekali orang yang menuju ke kampung kami.

Seorang anggota Brimob dari Lingke masuk ke lorong kami dengan mengendarai sepeda motor, dia mengimbau kami untuk lari karena air laut naik. Kami yang berada di lorong tercengang dan masih bingung dengan perkatan si Brimob itu. Brimob itu berlalu meninggalkan kami yang masih bertanya-tanya, namun ketika dia sampai di ujung lorong, dia berbalik lagi ke arah kami, kami masih saja berdiri. Sekali lagi dia menghampiri kami, kali ini dia membentak, “Cepat lari! Air laut naik!.

Saat itu aku mulai merasa ketakutan, ibu yang melihat aku ketakukan langsung memelukku dan adik-adikku, Kemudian kami langsung bergegas, tetangga-tetangga mengeluarkan mobil-mobil mereka dari garasi.

Di lorong itu ada 5 rumah termasuk rumahku, Hanya dalam beberapa menit mobil sudah terparkir di lorong, ada 5 mobil yang sudah dikeluarkan. Seorang bapak, salah seorang tetanggaku berkata, “Naikkan dulu yang perempuan, anak-anak dan ibu-ibu. Kita akan ke seulawah.” Kami bergegas masuk ke dalam mobil, tiba-tiba ibuku berlari ke dalam rumah untuk mengambil ijazah kami di kamarnya dan kemudian diletakkan di lantai dua.

Saat itu ibu berpikir mungkin air yang datang itu seperti banjir, sehingga ijazah tidak akan hilang jika diletakkan dilantai dua rumah. Setelah semua penghuni lorong hendak berangkat, ternyata kami sudah tidak bisa keluar lagi, lorong sudah dipenuhi oleh orang-orang yang berlarian, kebanyakan mereka berasal dari Lingke dan Prada. Akhirnya keluargaku dan tetangga memutuskan untuk tetap berada di lorong dulu bersama-sama.

Setelah kemacetan di lorong berkurang, Sekitar pukul 11.00. Aku minta izin pada ibu untuk pergi keluar lorong melihat keadaan. Ibu mengizinkan dan berpesan agar tidak terlalu jauh pergi dan jangan lama. Keluar dari lorong, aku melihat banyak orang yang berjalan di jalan Tgk. Ade Utama, tubuh mereka kena lumpur.

Aku juga melihat seorang gadis seusiaku sedang memegang baju seragam sekolahnya yang masih bergantung di hanger, sebagian seragam itu terkena lumpur, dia tetap memegangnya sambil berjalan dan matanya basah. Aku ingin keluar dari jalan Tgk. Ade Utama untuk melihat keadaan di jalan P.Nyak Makam. Sampai di Romen, aku berdiri di depan Café itu.

Aku melihat ramai sekali orang yang berjalan kearah simpang BPKP, kebanyakan mereka tidak menggunakan alas kaki, mungkin sandal mereka putus ketika berlari menjauh dari air laut. Tatapan mereka kosong, mata basah, tidak ada saling bicara diantara mereka, aku menyaksikan mereka seolah-olah ada yang sedang memanggil mereka di simpang BPKP. Tiba-tiba saja aku menangis menyaksikan mereka.

Mereka saling merangkul, ada yang membawa jenazah yang diletakkan di kain panjang dan dipegang oleh 2 orang, yang satu berjalan di depan dan satu di belakang, tatapan mereka sama, kosong.

Ada juga jamaah haji, mungkin mereka yang dari asrama haji, dan ada juga yang berpakaian Brimob. Mereka semua berjalan ke satu arah, dari wajah mereka tampak mereka sangat kelelahan, di antara mereka ada yang menangis. Aku terus saja menangis dan berlari ke rumah untuk menceritakan pada ibu.

Pemuda-pemuda di kampungku sudah bergegas untuk menolong korban-korban tsunami, sampai di rumah aku melihat ibu sedang melayani beberapa pengungsi yang singgah di rumahku. Mereka berasal dari Lingke. Aku melihat Ibu sangat cemas, ternyata ibu teringat Dedi karena belum pulang.

Dedi adalah sepupuku, dia tinggal di rumahku, orang tuanya mengirim dia untuk sekolah di Banda Aceh, Aku dan Dedi sama-sama masih kelas 1 SMA pada waktu itu. Sabtu tanggal 25 Desember 2004, Dedi minta izin pada ibuku untuk menginap di rumah saudara ayahnya di Beurawe. Karena dia belum pulang-pulang juga setelah gempa, menjelang sore ibu pergi ke Beurawe untuk menjemput Dedi, ternyata dia tidak ada disana. Saudaranya memberitahu ibu kalau Dedi bersama anaknya pergi ke Ulhelheu pagi itu.

Ibu pulang dengan menangis, sampai di rumah Ibu memeluk aku dan adik-adik, dengan terisak Ibu mengatakan Dedi sudah tidak ada lagi karena dia pergi ke laut tadi pagi, langsung saja kami histeris. Tetangga datang untuk menenangkan kami, seorang bapak menasihati kami untuk sabar, ini adalah cobaan dari Allah, kita semua harus ikhlas.

Mendengar nasehat Bapak itu, kami langsung beristigfar. Ibu meminta aku dan adik-adikku untuk mendoakan Dedi, doa anak yatim cepat diterima Allah, kata ibu pada kami. Sore itu juga ibu pergi ke Lambaro untuk mencari jenazah, semua jenazah sudah dibuka tetapi tidak ada Dedi. Ibu pulang dengan menangis. Malamnya aku bermimpi bahwa Dedi masih hidup. Setiap kali aku terbangun, aku melihat ibu menangis dan berdoa, beliau tidak bisa tidur karena terus memikirkan Dedi.

Senin, tanggal 27 Desember 2004. Ibu dibantu oleh beberapa tetangga pergi mencari Dedi, Aku dan adik-adikku tetap berada di rumah. Siang ibu kembali ke rumah dan belum menemukan Dedi. Menjelang sore, pamanku dan orang tua Dedi datang dari Tangse, mereka belum mengetahui bahwa Dedi hilang.

Ibuku memeluk ibu Dedi, sambil menangis ibu memberitahukan bahwa Dedi pergi ke laut Minggu pagi dan sampai sekarang belum tahu di mana. Ibu Dedi langsung pingsan. Ayahnya menangis. Ibuku dan Orang tua Dedi serta dibantu pamanku pergi mencari Dedi. Malam mereka kembali ke rumah dan belum menemukan Dedi, apakah dia masih hidup atau telah tiada.

Senin malam aku dan adik-adikku diajak pulang ke tangse oleh paman. Ibu dan orang tua Dedi tetap tinggal di rumah ku. Sampai di Tangse, ketika mobil yang dikemudikan paman berbelok ke jalan menuju rumah kakek ku, seorang ibu menyetop kami, paman mengenal ibu itu. Ibu itu berdiri di teras rumahnya dan berteriak, “Dedi sudah dibawa pulang ke rumah! Sambil menunjuk ke arah rumah kakekku, kami semua dalam mobil mengucapkan Alhamdulillah. Paman menancap gas mobilnya, 100 meter jarak dari rumah kakek sudah kelihatan orang-orang kampung memenuhi jalan dan halaman rumah kakek.

Mereka semua datang ke rumah kakekku untuk melihat Dedi. Orang-orang ingin melihat bagaimana kondisi Dedi, karena mereka belum mengetahui kondisi sebenarnya di Banda Aceh. Aku dan adik-adikku turun dari mobil, melewati kerumunan orang, dan langsung masuk rumah kakek, kami melihat Dedi sedang berbaring di kamar, tubuhnya penuh luka, luka-luka yang parah, bahkan ada yang kelihatan tulangnya. Dia tertidur pulas. Dia dibawa pulang oleh seorang warga Tangse yang melihat dia di Masjid Raya Baiturrahman dengan tubuh penuh luka. Karena sambungan telepon ke Banda Aceh masih putus, tidak bisa menghubungi ibu dan orang tua Dedi, akhirnya paman berangkat lagi malam itu ke Banda Aceh untuk menjemput ibu dan orang tua Dedi.

Alhamdulillah kami semua masih bisa berkumpul di Tangse. Aku bersyukur Allah masih menyelamatkan sepupuku itu. Setelah sebulan di tangse, kemudian aku kembali ke Banda Aceh untuk menjadi relawan.

Setelah 7 tahun musibah itu terjadi, banyak hikmah yang dapat kita ambil. Jika Allah berkehendak maka semua akan terjadi. Allah dapat mengambil nyawa dan harta kita dalam sekejap. Begitu juga jika Allah masih memberikan kita umur panjang, seperti sepupuku Dedi, dia selamat dari tsunami karena Allah menyelamatkannya dengan memberikan dia sebuah kulkas yang hanyut untuk ia pegangi. Dari bencana ini semoga kita semua bisa mengambil hikmah. Untuk kita yang masih diberikan umur panjang, semoga kita senantiasa mengingat Allah. ***
Risa Fitria
Mahasiswa FKIP Unsyiah
--------------------------------
Kenangan dalam bentuk tulisan dapat dikirimkan ke email: kenangtsunami2612@serambinews.com beserta foto diri, keluarga, dan kerabat yang meninggal akibat tsunami. Tak terkecuali korban selamat (survivor) yang kini telah mampu bangkit menata kehidupannya kembali.
http://www.tribunnews.com/2011/12/26/dedi-selamat-memegang-kulkas
sumber 

19.25 | Posted in , | Read More »

Pada Nyadar Ga Harga Barang Ini Yang Tak Pernah Naik Maupun Turun

Nih gan barang nya...



di daerah agan harga air kemasan yang pake gelas berapa ?


kalo di ane dari dulu tetep dari dulu ampe sekarang Rp. 500,00
sumber 

19.19 | Posted in | Read More »

Pak Presiden, Apa Janji Itu Hanya Sebatas Mimpi?

Masih ingat Eriyanto? Ia adalah kapten yang membawa The All Star Team Milan Junior Camp juara di Milan Junior Camp Day Tournament di markas AC Milan, Italia, pada tahun 2010. Tak hanya tim yang juara, ia pun terpilih sebagai kapten terbaik. Sebuah prestasi yang luar biasa.


Seusai membawa timnya mengharumkan nama bangsa, Eriyanto dan kawan-kawan disambut bak pahlawan dan sempat "digadang" oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Saya berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan itu. Saya butuh banget untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Nyatanya sampai saat ini enggak ada. Janji itu sebatas mimpi.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan janji manis kepada The All Star Team Milan Junior Camp.

"Presiden berjanji semua biaya sekolah ditanggung dan diberi kehidupan layak," ungkap Eriyanto yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, saat dihubungi Kompas.com, Senin (26/12/2011).

Namun, janji itu ternyata hanya janji. Setahun berselang, Eriyanto tak pernah merasakan realisasi janji yang dilontarkan Presiden.

"Saya berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan itu. Saya butuh banget untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Nyatanya sampai saat ini enggak ada. Janji itu sebatas mimpi," ujar Eriyanto.

Padahal, Eriyanto sangat membutuhkan bantuan itu demi meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Eriyanto berasal dari keluarga kurang mampu. Orangtuanya, Bapak Uli (42) dan Ibu Eha Suleha (37), bekerja sebagai buruh. Demi membantu ekonomi keluarganya, Eriyanto menggembala ternak setelah pulang dari sekolah di SMAN 1 Nagrek.

Akan tetapi, keterbatasan itu bukan menjadi penghalang bagi Eriyanto untuk mewujudkan mimpinya menjadi pemain hebat seperti Lionel Messi (Barcelona) dan Firman Utina (Sriwijaya FC).

Anak pertama dari tiga bersaudara itu masih tekun mengasah kemampuannya di SSB Asmaras. Eriyanto memang berencana mengikuti seleksi tim nasional U-17 pada Januari nanti.

"Saya tidak putus asa. Kalau putus asa, tidak akan mengubah segalanya," ujarnya.

Kisah Eriyanto ini mendapatkan perhatian dari publik pencinta sepak bola di dunia maya. Sebuah akun Twitter @sepakbolaisme menggalang dukungan untuk Eriyanto dengan melelang jersey mantan pemain timnas, Ilham Jayakesuma.
sumber 

19.15 | Posted in , | Read More »

Tahukah Anda Siapa Sebenarnya Daan Mogot Itu ?


Elias Daniel Mogot

Penduduk Jakarta pasti sudah pernah mendengar nama sebuah jalan bernama Daan Mogot. Jalan yang terbentang dari perempatan Grogol hingga Tangerang. Tapi apakah banyak yang sadar bahwa nama jalan Daan Mogot itu berasal dari sebuah nama seorang pemuda? 

Pemuda belia itu bernama Elias Daniel Mogot. Daan Mogot adalah nama populer Elias Daniel Mogot. Pemuda ini cukup mengagumkan. Bayangkan ketika anak-anak saat ini yang berumur 14 tahun masih doyan main playstation ataupun ber-FB ria, ternyata saat umur 14 tahun Daan Mogot sudah ikut berperang.


Elias Daniel Mogot Berusia 20 TahunPemuda kelahiran Manado, 28 Desember 1928, ini dibawa oleh orang tuanya ke Batavia (Jakarta) saat berumur 11 tahun. Daan Mogot adalah anak dari pasangan Nicolaas Mogot dan Emilia Inkiriwang. Ayahnya ketika itu adalah Hukum Besar Ratahan. Ia anak kelima dari tujuh 
bersaudara. 

Saudara sepupunya antara lain Kolonel Alex E. Kawilarang (Panglima Siliwangi, serta Panglima Besar Permesta) dan Irjen. Pol. A. Gordon Mogot (mantan Kapolda Sulut). Di Batavia, ayahnya diangkat menjadi anggota VOLKSRAAD (Dewan Rakyat masa Hindia-Belanda). Kemudian ayahnya diangkat sebagai Kepala Penjara Cipinang.

Di umur 14 tahun (tahun 1942) Daan Mogot masuk PETA (Pembela Tanah Air) yaitu organisasi militer pribumi bentukan Jepang di Jawa, walaupaun sebenarnya ia tak memenuhi syarat karena usianya belum genap 18 tahun. Oleh prestasinya yang luar biasa ia diangkat menjadi pelatih PETA di Bali. Kemudian dipindahkan ke Batavia.

Saat kejatuhan Jepang dan selepas Proklamasi 1945, Daan Mogot bergabung dengan pemuda lainnya mempertahankan kemerdekaan dan menjadi salah seorang tokoh pemimpin Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan pangkat Mayor. Uniknya saat itu Daan Mogot baru berusia 16 tahun namun sudah berpangkat Mayor.

Malang tak dapat ditolak, saat ia berjuang membela negeri ini, ayahnya tewas dibunuh oleh para perampok yang menganggap “orang Manado” (orang Minahasa) sebagai londoh-londoh (antek-antek) Belanda. Kesedihannya itu ia sampaikan pada sepupunya Alex Kawilarang.

“Banyak benar anarki terjadi di sini,” kata Alex Kawilarang.

“Memang, itu yang mesti torang bereskan. Oleh karena itu, senjata harus berada di torang pe tangan” kata Daan Mogot. “Torang, orang Manado, jangan berbuat yang bukan-bukan. Awas, hati-hati! Torang musti benar-benar menunjukkan, di pihak mana kita berada.”

Daan Mogot berkeinginan mencurahkan pengetahuannya, apa yang dulu didapatkannya saat masih dibawah PETA. 

Ia ingin mendidik para pemuda yang mau menjadi tentara. Dan keinginan besarnya itu akhirnya terwujud dengan berdirinya Akademi Milter di Tangerang 18 November 1945 bersama Kemal Idris, Daan Yahya dan Taswin. Dan Daan Mogot diangkat menjadi Direktur Militer Akademi Tangerang (MAT) saat ia berusia 17 tahun dengan calon Taruna pertama yang dilatih berjumlah ada 180 orang.
Hutan Lengkong – Serpong Tangerang

Pada tanggal 30 November 1945 dilakukan perundingan antara Indonesia dengan delegasi Sekutu. Indonesia diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri Agoes Salim yang didampingi oleh dua dua perwira TKR yaitu Mayor Wibowo dan Mayor Oetarjo. Sedangkan pihak Sekutu (Inggris), Brigadir ICA Lauder didampingi oleh Letkol Vanderpost (Afrika Selatan) dan Mayor West.

Pertemuan yang merupakan Meeting of Minds, menghasilkan ketetapan tentang pengambil-alihan primary objectives tentara Sekutu oleh TKR yang meliputi perlucutan senjata dan pemulangan 35 ribu tentara Jepang yang masih di Indonesia, pembebasan dan pemulangan Allied Prisoners of War and Internees (APWI) yang kebanyakan terdiri dari lelaki tua, wanita, dan anak-anak berkebangsaan Belanda dan Inggris sebanyak 36 ribu.

Berdasarkan kesepakatan 30 November 1945, tentara Sekutu tidak lagi memiliki alasan untuk memasuki wilayah kekuasaan Indonesia maupun menggunakan tentara Jepang untuk memerangi Indonesia dengan dalih mempertahankan status quo pra- Proklamasi. Perintah itu disampaikan oleh pihak Sekutu kepada Panglima Tentara Jepang Letjen Nagano.

Sekitar tanggal 5 Desember 1945 ditegaskan oleh Kolonel Yashimoto dari pimpinan tentara Jepang kepada pimpinan Kantor Penghubung TKR di Jakarta cq Mayor Oetarjo bahwa para komandan tentara Jepang setempat sesuai dengan keputusan pimpinan tentara Sekutu, telah diperintahkan tunduk kepada para komandan TKR setempat yang bertanggung jawab atas pemulangan mereka.

Namun pada tanggal 24 Januari 1946, Daan Mogot mendengar pasukan NICA Belanda sudah menduduki Parung. Dan bisa dipastikan mereka akan melakukan gerakan merebut senjata tentara Jepang di depot Lengkong.

Ini sangat berbahaya karena akan mengancam kedudukan Resimen IV Tangerang. Untuk mendahului jangan sampai senjata Jepang jatuh ke tangan sekutu, berangkatlah pasukan TKR dibawah pimpinan Mayor Daan Mogot dengan berkekuatan 70 taruna Militer Akademi Tangerang (MAT) dan delapan tentara Gurkha pada tanggal 25 Januari 1946 lewat tengah hari sekitar pukul 14.00. Ikut pula bersamanya beberapa orang perwira seperti Mayor Wibowo, Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo dan Letnan Soetopo.

Dengan mengendarai tiga truk dan satu jip militer hasil rampasan dari Inggris, para prajurit berangkat dan sampai di markas Jepang Lengkong pukul 16.00 WIB. Di depan pintu gerbang, truk diberhentikan dan pasukan TKR turun. Mereka memasuki markas tentara Jepang dengan Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo, dan taruna Alex Sajoeti (fasih bahasa Jepang) berjalan di depan. Pasukan taruna diserahkan kepada Letnan Soebianto dan Letnan Soetopo untuk menunggu di luar.

Kapten Abe, dari pihak Jepang, menerima ketiganya di dalam markas. Mendengar penjelasan maksud kedatangan mereka, Kapten Abe meminta waktu untuk menghubungi atasannya di Jakarta. Ia beralasan bahwa ia belum mendapat perintah atasannya tentang perlucutan senjata. Saat perundingan berjalan, ternyata Lettu Soebianto dan Lettu Soetopo sudah mengerahkan para taruna memasuki sejumlah barak dan melucuti senjata yang ada di sana dengan kerelaan dari anak buah Kapten Abe. 40 orang Jepang telah terkumpulkan di lapangan.

Namun entah mengapa, tiba-tiba terdengar bunyi tembakan yang tidak diketahui dari mana asalnya. Disusul tembakan dari tiga pos penjagaan bersenjatakan mitraliur yang diarahkan kepada pasukan taruna yang terjebak. Tentara Jepang yang berbaris di lapangan ikut pula memberikan perlawanan dengan merebut kembali sebagian senjata mereka yang belum sempat dimuat ke dalam truk milik TKR.Terjadilah pertempuran yang tak seimbang, apalagi pengalaman tempur dan persenjataan para Taruna tak sebanding dsengan pihak Jepang. Taruna MAT menjadi sasaran empuk, diterjang oleh senapan mesin, lemparan granat serta perkelahian sangkur seorang lawan seorang.

Ketika mendengar pecahnya pertempuran, Mayor Daan Mogot segera berlari keluar meninggalkan meja perundingan dan berupaya menghentikan pertempuran namun upaya itu tidak berhasil. Mayor Daan Mogot bersama beberapa pasukannya menyingkir meninggalkan asrama tentara Jepang, memasuki hutan karet yang dikenal sebagai hutan Lengkong.

Namun Taruna MAT yang berhasil lolos menyelamatkan diri di antara pohon-pohon karet mengalami kesulitan menggunakan karaben Terni yang dimiliki. Sering peluru yang dimasukkan ke kamar-kamarnya tidak pas karena ukuran berbeda atau sering macet. Pertempuran ini tidak berlangsung lama, karena pasukan itu bertempur di dalam perbentengan Jepang dengan persenjataan dan persediaan peluru yang amat terbatas.

Dalam pertempuran, Mayor Daan Mogot terkena peluru pada paha kanan dan dada. Tapi ketika melihat anak buahnya yang memegang senjata mesin mati tertembak, ia kemudian mengambil senapan mesin tersebut dan menembaki lawan sampai ia sendiri dihujani peluru tentara Jepang dari berbagai penjuru.
sumber 

18.55 | Posted in , , | Read More »

[HOTT] Ada Masjid dijual gan (dunia udah gila)

Astagfirullah....langsung aja ni gan....




sumber 

18.45 | Posted in | Read More »

Seorang Ibu Buang Bayi Ke Sungai Karena Hamil Diluar Nikah

 
Hari ibu belum lama berlalu, disaat semua orang merenungi betapa besar pengorbanan sang ibu pada anaknya, lain cerita dengan ibu yang satu ini, jauh sekali dari sosok ibu yang digambarkan penuh kasih pada anaknya. Malah ibu yang satu ini tega membunuh anak karena malu . Teka-teki pelaku pembuang bayi di Sungai Desa Pakah, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi akhirnya terkuak. Pelaku tidak lain adalah SMR (25), yang tidak lain adalah ibu kandung dari bayi naas tersebut. Kasubag Humas Polres Ngawi, AKP I Wayan Murtika, mengatakan, tersangka ditangkap oleh anggota Reskrim Polres Ngawi yang langsung melakukan penyelidikan pasca ditemukannya mayat bayi penuh luka di sungai Desa Pakah tersebut.


“Anggota reskrim yang ada dilapangan langsung melakukan penyelidikan dan semua petunjuk merujuk pada ibu korban. Dan setelah diperiksa tersangka mengaku kalau memang dia yang membuang bayi tersebut,” ujarnya, Senin (26/12/2011). Wayan menambahkan, dari pengakuan tersangka, ia nekatmembuang bayi tersebut karena malu dengan tetangga. Pasalnya ia memiliki anak padahal kondisinya saat itu masih belum menikah. “Karena malu ia membuang bayinya di sungai,” tutur Wayan.

Ketika ditanya terkait jumlah tersangka yang bisa bertambah, Wayan menjelaskan, ada kemungkinan bertambah, yakni orang tua laki-laki dari bayi tersebut. Namun hal tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan. “Bisa saja yang laki-laki menjadi tersangka. Namun saat ini tersangka ibu korban masih diperiksa. Dan tersangka juga baru kita amankan semalam jadi masih belum berani menyatakan adanya tersangka lain,” jelasanya.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (24/12/2011) kemarin warga Ngawi digegerkan dengan temuan mayat bayi dalam kondisi mengenaskan di Sungai Desa Pakah, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. Saat ditemukan hampir diseluruh anggota tubuh bayi dipenuhi dengan luka. Luka tersebut diduga akibat benturan dengan batu dan ranting serta akar pohon yang bayak terdapat di sungai. Bayi naas tersebut ditemukan warga setempat saat sedang memancing di sungai yang berair jernih tersebut

18.35 | Posted in , | Read More »

Jumlah Gaji Plus Tunjangan Pimpinan KPK



Menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentu memiliki tanggung jawab yang besar. Tetapi, gaji dan tunjangan yang diberikan pun setimpal seiring dengan risiko yang diemban para pimpinan. Berapa sebenarnya gaji mereka?

Berdasarkan PP No 29 Tahun 2006 sebagaimana diubah dengan PP No 36 tahun 2009, disebutkan bahwa pimpinan KPK mendapatkan gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan kehormatan setiap bulan. Mereka juga mendapatkan sejumlah tunjangan fasilitas seperti rumah, transportasi, asuransi dan tunjangan hari tua.

Berikut daftar gaji pimpinan KPK:

1. Gaji pokok
Ketua KPK : Rp 5.040.000 (lima juta empat puluh ribu rupiah)
Wakil ketua KPK : Rp 4.620.000,00 (empat juta enam ratus dua puluh ribu rupiah)

2. Tunjangan Jabatan
Ketua KPK : Rp 15.120.000,00 (lima belas juta seratus dua puluh ribu rupiah)
Wakil Ketua KPK : Rp 12.474.000,00 (dua belas juta empat ratus tujuh puluh empat ribu rupiah).

3. Tunjangan Kehormatan
Ketua KPK : Rp 1.460.000,00 (satu juta empat ratus enam puluh ribu rupiah)
Wakil Ketua KPK : Rp 1.300.000,00 (satu juta tiga ratus ribu rupiah).

4. Tunjangan Perumahan:
Ketua : Rp23.000.000,00 (dua puluh tiga juta rupiah)
Wakil Ketua : Rp21.275.000,00 (dua puluh satu juta dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah )

5. Tunjangan Transportasi:
Ketua : Rp 18.000.000,00 (delapan belas juta rupiah)
Wakil Ketua : Rp 16.650.000,00 (enam belas juta enam ratus lima puluh ribu rupiah)

6. Tunjangan Asuransi Kesehatan dan Jiwa:
Ketua : Rp2.200.000,00 (dua juta dua ratus ribu rupiah)
Wakil Ketua : Rp2.200.000,00 (dua juta dua ratus ribu rupiah)

7. Tunjangan Hari Tua:
Ketua : Rp5.405.000,00 (lima juta empat ratus lima ribu rupiah)
Wakil Ketua : Rp4.598.500,00 (empat juta lima ratus sembilan puluh delapan ribu lima ratus rupiah)

Dengan demikian, total gaji yang diterima seorang ketua KPK yakni Abraham Samad adalah Rp 70.225.000,00, sementara para wakilnya mendapat Rp 63.117.500,00.
sumber 

18.32 | Posted in | Read More »

Alangkah Bodohnya Negeri Ini, Mampu Bikin Pesawat Sendiri Tapi Membeli ke Negara Lain

Semua turut berduka ketika Pesawat Merpati jatuh di dekat Bandara Kaimana, Papua Barat (7/5). Kejadian nahas tersebut menewaskan 27 orang penumpang termasuk pilot pesawat tersebut. Namun meninggalkan pertanyaan yang gatal minta dijawab. Ternyata Pesawat Merpati yang jatuh tersebut adalah Pesawat jenis Xian MA-60 produksi Xi’an Aircraft Industrial Corporation di bawah China Aviation Industry Corporation I (AVIC I). Pesawat produksi tahun 2010 ini bahkan baru 2 (dua) bulan dioperasikan oleh Merpati.



Meskipun Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti S Gumay dan Direktur Utama Merpati, Sardjono Johnny Tjitrokusumo menyatakan pesawat Merpati Nusantara Airlines MA 60 bernomor seri 2807 yang jatuh di Perairan Kaimana, Papua Barat pada Sabtu (7/5), laik mengudara. Mereka turut dibela oleh Menhub Freddy Numberi yang mengatakan keputusan pembelian pesawat MA-60 buatan China dilakukan setelah melakukan perbandingan persyaratan dengan produk sekelas, Foker buatan AS-Belanda dan CN 235 buatan PT Dirgantara Indonesia.

Itu dia! CN 235. Indonesia PUNYA pesawat sendiri koq membeli ke negara lain?

Padahal Merpati pernah menggunakan 15 unit CN-235 masa pertengahan 1980-an. Semua tahu pembelian pesawat terbang buatan Cina ini pernah ditentang Wakil Presiden Jusuf Kalla pada waktu itu karena MA-60 belum memiliki sertifikat kelaikan terbang yang diterbitkan oleh otoritas penerbangan FAA. Bandingkan dengan CN 235 yang memiliki sertifikasi eropa dan diakui FAA.

Mau tahu salah satu aturan FAA. Pabrikan harus memberi jaminan kualitas bahwa tiap produknya harus mampu “take-off”, terbang dan “landing” sebanyak 100.000 kali tanpa ada gerakan yang akumulasinya bisa membuat sebuah pesawat berubah konstruksinya dan membahayakan keselamatan.





Sebagai gambaran pesawat buatan Rusia yang diadopsi MA-60 memiliki angka kecelakaan 7 kali, dalam sejuta penerbangan yang dilakukan. Sementara pesawat buatan barat, termasuk CN 235, memiliki angka kecelakaan 0,7 banding sejuta penerbangan. Ini berarti sepersepuluhnya.

Lihat pula yang dilakukan Boeing dalam peristiwa kecelakaan Adam Air di Majene 2008 silam. Boeing langsung memerintahkan pesawat sejenis diseluruh dunia dihentikan pengoperasiannya hingga ditemukannya penyebab. Tidak demikian halnya dengan MA 60, belasan Merpati MA-60 lainnya masih terus beroperasi.

Slogan CINTAILAH PRODUKSI DALAM NEGERI ternyata omong kosong belaka. Tambah konyol ketika kita tidak pernah percaya terhadap kemampuan negara sendiri bahkan untuk memberi peluangpun tidak. Cek negara tetangga Malaysia yang mewajibkan Pejabat Negara menggunakan mobil buatan dalam negeri mereka.

Padahal tak kurang dari 21 negara yang telah menggunakan CN 235 versi militer. CATAT! Negara lain mempercayai CN 235 untuk menjaga kedaulatan negara mereka. Mereka berikut ini :

Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
Botswana: Angkatan Udara Botswana
Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100)
Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
Gabon: Angkatan Udara Gabon
Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
Panama: Angkatan Udara Panama
Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 SW /ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)

Australia, Singapura dan Malaysia pun sudah lama tahu kehebatan para insinyur Indonesia. Buktinya? Mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.

Lalu mengapa kita tidak percaya dan Merpati Indonesia malah membeli 15 unit pesawat Xi’an MA -60 tahun 2005 BUATAN CINA dengan harga Us$234 juta untuk mengganti armada pesawat jenis Fokker dan CN-235 BUATAN INDONESIA yang sudah menua.

Tidak melulu buatan Cina tidak baik. Tapi coba pertanyakan alasan kita membeli Sepeda Motor Cina, Handphone Cina, TV Cina dan sekarang Pesawat buatan Cina kalau tidak karena harganya yang murah!

SUNGGUH KONYOL!

Tambahan :

Pesawat kita tidak hanya CN-235 aja gan, yg hampir mirip dengan MA-60 kita juga punya cuma beda2 spek dikit lah dan kualitasnya juga lebih bagus dari MA-60 yaitu N-250.

sumber 

18.30 | Posted in , | Read More »

'Korupsi Halal' Karena Buat Masjid

Politikus Partai Persatuan Pembangunan, Sofyan Usman, emoh dihukum penjara lantaran menerima 34 lembar cek pelawat dari Otorita Batam. Menurut Sofyan, cek pelawat tersebut hukumnya halal diterima karena dia pergunakan untuk membangun masjid. "Apakah saya yang seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan berniat untuk membantu pembangunan masjid pantas dihukum penjara?" ujarnya saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta, Kamis, 22 Desember 2011.

 
Sofyan Usman 

Saat perkara terjadi 2009 lalu, Sofyan masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Ia didakwa menerima uang tunai Rp 150 juta dan cek pelawat senilai total Rp 850 juta dari Otorita Batam. Duit itu diduga ada kaitannya dengan bagian Otorita Batam dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2009 sebesar Rp 85 miliar.

Dalam sidang, Sofyan tak menepis dakwaan tersebut. Ia mengaku pernah menerima fulus sebesar itu dari Otorita setelah APBNP ditetapkan. Namun, uang itu diklaim Sofyan tak dia nikmati sendiri, melainkan dia pakai untuk pembangunan masjid di Kompleks DPR Cakung, Jakarta Timur. "Saya enggak merasa korupsi karena uang yang saya terima itu enggak saya manfaatkan untuk kepentingan pribadi dan orang lain. Jadi, saya enggak ada beban. Siapa pun yang jadi pimpinan pembangunan masjid pasti akan mencari biaya ke sana ke mari," kata Sofyan yang saat ini juga berstatus terpidana kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004. 
sumber 

17.24 | Posted in | Read More »

Sepatu Andik di curi di malaysia



Menghadapi Juara Malaysian Super League (MSL), Persebaya harus menunggu hingga menit ke-84 untuk bisa menyamakan kedudukan melalui aksi individu bintang mereka, Andik Vermansyah, Jumat (23/12).

Namun ada cerita menarik di balik penampilan gemilang Andik pada pertandingan itu, tak hanya menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang menjadi kandang lawan, Andik juga harus beradaptasi dengan sepatu 'barunya'. Gara-garanya sepele, penggawa Timnas U-23 itu kehilangan tasnya yang berisi sepatunya dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Kota Bharu.


"Itu sepatunya Pak Haji Halil (Mat Halil). Agak kurang pas, tapi mau bagaimana lagi wong sepatu saya hilang," ucap Andik seperti disitat dari situs Indonesian Premier League (IPL).

"Untung saja bisa cetak gol, Mas. Gol itu saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sebab pertandingan ini kan juga ditayangkan langsung di Indonesia," imbuhnya.

Pihak ofisial Persebaya sudah berusaha maksimal untuk mencari tas Andik yang hilang itu ke kantor Air Asia hingga ke pihak Bandara Sultan Ismail Petra, Kota Bharu, namun hasilnya nihil. Akhirnya Andik pun harus rela memakai sepatu Mat Halil. Andai saja Andik memakai sepatunya sendiri pada pertandingan itu.

sumber 

02.13 | Posted in , | Read More »

Krisis Pangan Bakal Mengancam Indonesia 2017?

Media Share Seputar Kita - Pertambahan jumlah penduduk yang terjadi secara terus menerus di dunia hampir mencapai 7 miliar jiwa mengancam keterbelangsungan hidup manusia. Masyarakat diminta sadar bahwa angka populasi penduduk sedemikian ialah tanda bahaya bagi dunia mendatang termasuk Indonesia.
Menurutnya, dalam perhitungan yang dilakukan Perserikatan Bangsa – bangsa, penduduk dunia bakal menjadi 7 milyar jiwa pada tahun 2011 ini. Indonesia sebagai negara penyumbang populasi penduduk terbesar keempat didunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat dengan 237,6 juta orang di 2010 (Sensus Penduduk,2010). Laju pertumbuhan penduduk Indonesia sekitar 1,49 persen per tahun, yang berarti setiap tahunnya indonesia mengalami pertambahan jumlah penduduk 3,5 juta hingga 4 juta orang. Sungguh Angka yang luar biasa.
Krisis Pangan Bakal Mengancam Indonesia 2017?
Bertambahnya populasi penduduk di Indonesia dikarenakan banyak sekali faktor diantaranya adalah pelaksanaan program Keluarga Berencana yang semakin lemah, bisa dilihat pada ketersediaan petugas lapangan Keluarga Berencana hanya 24ribu orang dengan ideal untuk Indonesia sebanyak 41ribu orang. Akibatnya, Populasi penduduk Indonesia tahun 1920 tercatat sebanyak 49,3 Juta Jiwa, dan pada tahun 1960an penduduk indonesia mencapai 90juta jiwa, nyaris berlipat ganda dalam kurun waktu 30 tahun.Selain itu, pertambahan populasi penduduk Indonesia kembali melonjak tajam pada abad 21 meroket sebanyak 237,6 juta jiwa berkisar pertambahannya 30 juta jiwa per sepuluh tahun.




Bertambahnya penduduk secara signifikan ini menyebabkan ketersediaan pangan di dunia termasuk Indonesia semakin menipis dan tidak khayal jika Dunia nanti salah satunya Indonesia akan mengalami Krisis pangan dan berakibat bahaya Kelaparan mengintai diseluruh antero Negri.

Banyak hal yang menyebabkan krisis pangan terjadi antara lain adalah Pertambahan penduuk yang semakin banyak, kerusakan lingkungan dimana- mana, konversi lahan dan penurunan kualitas lahan pertanian, perubahan pola konsumsi serta kebijakan lembaga keuangan internasional dan negara maju turut menjadi penyebab krisis pangan terjadi nantinya.

Tidak mustahil jika Indonesia akan mengalami sama halnya dengan Negara Haiti yang menjadi salah satu negara krisis pangan dengan penghasil beras produksi 170.000 ton beras per tahun ( mencukupi 95% kebutuhan domestik ) masih mengalami krisis pangan, Indonesia diprediksi akan mengalami krisis pangan tersebut pada tahun 2017 di 150 kabupaten/kota dari 480 kabupaten /kota di Indonesia melihat populasi penduduk yang menjadi 237 juta jiwa per 2010 serta melihat peristiwa yang terjadi di indonesia mengenai kelangkaan kedelai pada awal 2008, serta impor beras dan gula begitu juga dengan komoditi pangan lainnya yaitu melonjaknya harga daging yang diikuti lenyapnya daging sapi pada februari 2008 merupakan pertanda bahwa Indonesia belum berdaulat dibidang pangan.

Kondisi Saat ini di Indoneia adalah dalam hal kemampuan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri, relatif telah dan sedang menurun sangat besar, Pasar pangan amat besar yang kita miliki diincar oleh produsen pangan luar negeri yang tidak menginginkan Indonesia memiliki kemandiriaan dibidang pangan serta pada waktu ini Indonesia berada dalam keadaan “Rawan Pangan” bukan karena tidak adanya pangan tetapi karena pangan untuk rakyat indonesia sendiri sudah tergantung dari Supply luar negeri dengan ketergantungannya semakin besar.

Malu jika Indonesia sebagai negara yang konon katanya kaya akan segalanya masih mengalami krisis pangan serta Impor untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri sendiri dengan mengimpor secara besar – besaran yaitu Beras 2juta ton,kedelai 1,2 juta ton,Kacang tanah 800 ribu ton, gandum 5 juta ton serta sapi 600ribu ekor dalam hitungan per tahunnya di tahun 2010 saja.

Selain itu kebijakan atau program peningkatan ketahanan pangan dalam Pembangunan pertanian tercantum pada RPJMN ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ) 2005 – 2009 saya kira gagal dengan melihat kondisi program ketahan pangan,peningkatan kesejahteraan petani belum begitu nyata terjadi dan terlaksana di Indonesia, hal yang seharusnya dilakukan oleh Pemerintah Indonesia adalah menyontoh atau belajar dari stretegi pembangunan pertanian dan pengalaman negara lain seperti Ethiophia berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan petani, Vietnam dan India dengan pembangunan Infrastruktur pedesaan sebagi penunjang ketahanan pangan sehingga Indikasi dengan melakukan hal tersebut akan meminimalisir terjadi Krisis Pangan di Indonesia tercinta.

Perubahan-perubahan besar di Indonesia (1908, 1928, 1945, 1965, 1998) selalu di awali dengan krisis pangan, lebih tepatnya krisis beras. Pada saat rakyat kecil tertindas oleh sistem yang kapitalistik dan fasis, rakyat masih bisa bertahan manakala mereka masih bisa memperoleh beras untuk makan. Tapi ketika mereka kelaparan akibat beras dan subsitusinya sudah tak bisa diperoleh lagi dengan mudah, mereka akan mengamuk kepada Negara. Nah, kalau benar tahun 2017 akan ada krisis pangan (terutama akibat terjadi de-agrikulturisasi di Indonesia), dimana produski pangan (terutama beras) menurun drastis sementara jumlah penduduk bertambah, maka siap-siap saja mereka mengamuk (amook) menuntut disediakan beras. Selama ini, Pemerintah mencoba menutupinya dengan impor beras besar-besaran dari Thailand dan Vietnam. Tapi manakala terjadi bencana banjir di kedua negeri itu, mereka pun mulai menolak permintaan impor beras oleh Indonesia. Saat ini, Pemerintah berupaya mengimpor dari India.

Pertanyaannya, sampai kapan pemerintah RI bisa menutupi defisit produksi beras nasional dengan jalan impor beras besar-besaran seperti itu? Sampai tahun 2014? Bagaimana masa sesudah itu? Apa ada dana APBN yang cukup untuk mengimpor dari luar negeri? Kalau pun ada devisa, masalahnya adalah apakah cadangan beras di pasar internasional cukup tersedia untuk dibeli? Bagaimana kalau stock beras dunia ikut kosong akibat krisis iklim dan efek pemanasan global belakangan ini? Kalau ramalan akan terjadi krisis pangan ternyata benar, khususnya beras tahun 2017 itu, maka bukan tidak mungkin, setahun kemudian (2018), akan terjadi gerakan massa besar yang bisa menuju revolusi kedua. Dan, tahun 2018 itu, hitung-hitungan waktunya dengan kejadian besar terakhir, Reformasi 1998, memang sudah pas 20 tahun. Asal tahu aja, ada tahyul politik di Indonesia yang setengah dipercaya banyak orang, bahwa Negara ini akan mengalami pergolakan besar dalam setiap periode 21 tahunan! Nah lhoooo ... sipa percaya teori tahyul ini? ... 

sumber : 1.http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12159083
2.http://www.tribunnews.com/2011/12/24/krisis-pangan-bakal-mengancam-indonesia-2017

17.34 | Posted in | Read More »

Malam Tutup Tahun, Jalur ke Puncak Juga Ditutup

Kepolisian Daerah Jawa Barat akan menutup arus lalu lintas dari Jakarta dan Cianjur menuju kawasan Puncak pada malam tutup tahun, Sabtu (31/12). Hal ini demi mencegah kemacetan total di kawasan yang biasa menjadi pilihan warga Jakarta dan Bandung untuk merayakan malam Tahun Baru.


"Mulai pukul 19.00 WIB pada 31 Desember nanti arus dari Jakarta dan Cianjur akan kami alihkan ke Jonggol dan Ciawi hingga waktu yang akan ditentukan sesuai dinamika di lapangan nanti," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Komisaris Bimo A. Seno usai gelar pasukan operasi Lilin Lodaya 2011 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jumat (23/12).

Selain di kawasan Puncak, lanjut dia, polisi juga akan mengantisipasi kemacetan lewat rekayasa arus lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan lainnya, seperti di Bogor, Kota Bandung, dan Kabupaten Garut.



"Antisipasi juga akan dilakukan di daerah Kadungora dan Leles yang rawan macet oleh arus menuju pemandian Cipanas, Garut. Kalau Nagreg dan kawasan wisata Pangandaran biasanya tidak terlalu rawan macet (di malam tutup tahun)," kata Bimo.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Widodo Eko Prihastopo menjelaskan pihaknya akan mulai mengantisipasi kemacetan saat malam tutup tahun di Kota Bandung mulai Sabtu petang 31 Desember. Rekayasa lalu lintas di jalur-jalur rawan macet Kota Bandung akan dilakukan dengan cara buka-tutup jalur, serta penutupan dan pengalihan arus.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Cimahi dan Kabupaten Bandung untuk menutup dan mengalihkan arus kendaraan masuk Kota Bandung terutama dari barat, timur, dan selatan mulai pukul 17.00," katanya. "Jalur Lembang-Bandung juga kemungkinan besar akan kami buat satu arah sesuai dengan perkembangan nanti."

Widodo juga mengimbau warga tak melakukan konvoi kendaraan secara berlebihan di malam tutup tahun. "Demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Apalagi kegiatan kelompok yang disebut geng motor kami larang ke jalan atau kami tindak tegas," ujarnya. (jek)

sumber

Yak yang mau kepuncak batal dolo deh..

mending liburanya di rumah aja yah gan nnt DVD..

17.22 | Posted in , | Read More »

Tragedi Bintaro, Kecelakaan Kereta Api Terburuk Dalam Sejarah Indonesia

[Fakta]Kejadian ini di alamin dari BOKAP ane (64 tahun)Yang mau menuju RANGKASBITUNG bwt pggln Dinas Proyek Gardu Induk PLN

nih gan kejadian sebenarnya :

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 19 Oktober 1987. Saat itu, KA 225 Jurusan Rangkasbitung – Jakarta yang dipimpin oleh masinis Slamet Suradio, asistennya Soleh, dan seorang kondektur, Syafei berhenti di jalur 3 Stasiun Sudimara. Kereta yang ditarik oleh lokomotif BB30317 dalam keadaaan sarat penumpang, yaitu sekitar 700 penumpang didalamnya. KA 225 tersebut bersilang dengan KA 220 Patas jurusan Tanah Abang – Merak yg dipimpin oleh masinis Amung Sunarya dgn asistennya Mujiono. Kereta yg ditarik oleh lokomotif BB30617 ini bermuatan kurang lebih 500 penumpang, dan berada di jalur 2 Stasiun Kebayoran Lama.

Di Stasiun Sudimara sendiri, terdapat 3 jalur yang saat itu sedang penuh dengan KA. Mengetahui hal tersebut, Djamhari selaku kepala PPKA ( Pengatur Perjalanan Kereta Api ) Stasiun Sudimara menghubungi Stasiun Kebayoran Lama untuk melakukan persilangan jalur di Stasiun Kebayoran Lama, namun Kepala PPKA Stasiun Kebayoran Lama, Umriyadi / Umrihadi menolaknya dan tetap meminta persilangan dilakukan di Stasiun Sudimara.

Mau tak mau, Djamhari kemudian mengosongkan jalur 2 untuk menampung KA 220 Patas yang telah berangkat dari Stasiun Kebayoran Lama setelah mendapat izin dari Kepala PPKA dengan memindahkan KA 225 ke jalur 1. Djambhari kemudian memerintahkan Juru Langsir untuk memberi tahu masinis jika KA 225 hendak dipindah ke jalur 1. Juru Langsir kemudian memberi peringatan kepada masinis dan penumpang dengan mengibaskan Bendera Merah dan meniup peluit Semboyan 46 ( tanda kepada masinis dan penumpang jika kereta akan dilangsir )tanpa membatalkan perintah persilangan yang terlanjur diberikan kepada masinis KA 225.

Masinis KA 225 mendengar bunyi peluit Juru Langsir, namun ia tidak dapat memastikan apakah itu bunyi semboyan 46 atau semboyan 40 ( tanda ketika petugas peron memberi sinyal hijau kepada kondektur KA, artinya jalur telah aman untuk dilalui ). Karena kondisi kereta yang penuh sesak, masinis pun menanyakan kepada penumpang yang berdiri di luar lokomotif, dan orang tersebut menjawab jika sudah waktunya kereta berangkat tanpa memastikan kembali. Maka semboyan 41 ( tanda yang dibunyikan oleh kondektur sebagai respon atas dimengertinya semboyan 40 ), disusul kemudian dibunyikannya semboyan 35 ( masinis membuyikan klakson sebagai tanda kereta akan berangkat ). Sang Masinis tidak tahu jika semboyan 40 belum diberikan olah Kepala PPKA, dan ia memberangkatkan kereta hanya karena jawaban seseorang yang mengatakan jika kereta telah siap untuk berangkat.

Pada pukul 07.00 WIB, KA 225 berangkat tanpa ijin dari Kepala PPKA. Para petugas di Stasiun Sudimara dan Kepala PPKA langsung panik saat mengetahui KA 225 telah berangkat tanpa ijin, apalagi setelah Djamhari dihubungi oleh Kepala PPKA Stasiun Kebayoran Lama jika KA 220 Patas juga telah berangkat menuju Sudimara. Juru Langsir kemudian langsung mengejar KA 225 dan berhasil naik gerbong paling belakang,namun sayangnya ia tidak dapat memberi tahu sang masinis, beberapa petugas lain mengejar dengan motor. Djamhari pun mengibaskan Bendera Merah dan menaikturunkan Sinyal Palang KA sebagai peringatan kepada Masinis KA 225, namun anehnya tidak satupun yang terlihat oleh sang Masinis.

Di saat yang genting tersebut, Djamhari kemudian berlari mengejar KA 225 dan berteriak ” Tolong…Pasti Tabrakan…Tolong…Pasti Tabrakan!!! “, namun karena kereta telah berjalan lebih dari 50 km/h maka Djamhari sudah tidak dapat mengejarnya lagi. Kemudian, Djamhari kembali ke Stasiun Sudimara dan menghubungi Stasiun Kebayoran Lama agar KA 220 Patas segera dihentikan di Palang Pintu Pondokbetung.
Sang PPKA kemudian mencoba usaha terakhirnya untuk mencegah terjadinya tabrakan dengan membuyikan Semboyan Bahaya ke Bel Genta perlintasan. Namun bencana seperti sudah ditakdirkan, petugas Palang Pintu Pondokbetung tidak hafal semboyan bahaya tersebut dan menganggapnya sebagai percobaan saja. Sudah dapat ditebak, akibatnya sangat fatal karena KA 220 Patas melaju lurus dengan kecepatan cukup tinggi melewati Palang Pintu Pondokbetung.


Akhirnya, KA 225 yang telah meninggalkan Stasiun Sudimara sejauh 8 km dan berjalan dengan kecepatan kurang lebih 45 km/h bertemu dengan KA 220 Patas yang berjalan dengan kecepatan 25 km/h di Lengkungan S ( dekat tikungan melengkung Bintaro ). Kedua masinis kereta yang sama – sama sarat penumpang tersebut tak ayal kaget bukan kepalang ketika dua kereta tersebut saling bertemu. Masinis Slamet Suradio berusaha mengerem KA, namun dengan muatan penuh seperti itu, kereta membutuhkan jarak sekitar 500 meter untuk berhenti.

Pada pukul 07.10 WIB, suara benturan yang sangat keras terdengar ketika kedua kereta api saling bertabrakan. Karena muatan yang penuh dan massa kedua lokomotif yang besar, mengakibatkan kedua lokomotif seakan – akan tertelan gerbong, kemudian terguling. Masinis dan asisten KA 220 Patas selamat dengan luka ringan karena berjongkok di lantai lokomotif, sedangkan Masinis KA 225 dan asistennya terluka parah. Begitu mengerikannya tabrakan yang terjadi hingga para penumpang yg menjadi korban sulit untuk diidentifikasi lagi karena rusak. Hasil dari penyelidikan mengatakan jika korban paling banyak berasal dari gerbong terdepan dimana gerbong tersebut menabrak lokomotif hingga lokomotif menjepit gerbong. Beberapa saat kemudian, korban yg tewas seketika diperkirakan 72 orang ( ada yang mengatakan 156, 153, 116 orang ), 200 orang tewas setelah sekarat, dan 300 lebih luka – luka.

Tragedi Bintaro merupakan kecelakaan kereta api terbesar yang pernah terjadi Indonesia, celakanya lagi peristiwa itu terjadi akibat dari kelalaian manusia. Masinis yg tidak memastikan bunyi semboyan dengan benar, Kepala PPKA yang kurang berkomunikasi, hingga yang paling fatal, petugas Palang pintu yang tidak hafal semboyan Bel Genta adalah sebagian dari kunci utama penyebab tragedi berdarah ini terjadi. Masinis Slamet Suradio diganjar hukuman 5 tahun kurungan atas kelalaiannya, begitu juga dengan kondektur KA 225 yang harus mendekam di penjara selama 2 tahun 6 bulan, dan Kepala PPKA Stasiun Kebayoran Lama Umriyadi yang dipenjara selama 10 tahun.

Tragedi berdarah ini masih menyisakan duka yang sangat dalam bagi keluarga korban, bahkan telah beredar kabar bahwa lokasi kecelakaan kedua KA tersebut menjadi angker dan dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu tempat terangker di Jakarta, setidaknya begitulah kisahnya.

Walaupun tragedi Bintaro merupakan musibah yang diakibatkan oleh kelalaian manusia, namun semua itu tinggal menjadi kenangan dan masa lalu yang kelam bagi Indonesia. Selalu ada hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa ini dan pastinya akan menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam industri perkeretaapian Indonesia agar lebih baik lagi.

nih TKP dan GAMBARNYA :

WartaKota Tempoe dulu:




Peta TKP:


seminggu sebelumnya:


TKP 1:


TKP 2:


TKP 3:


RADIATOR TERSISA:


BONUS TRACK:


serem ya gan..

ya mungkin bisa menjadi kenangan pahit agar selalu berwaspada dan kembali kepada jalan yang benar karena ini semua bukan karena manusianya saja yang salah..tapi karena takdir Tuhan yang menentukan agar kita yang masih hidup bisa kembali berserah diri kepadaNya..

sumber 

04.46 | Posted in , | Read More »

Tanggapan Pengunjung

Recently Added